CIKASDA Awasi Lokasi Pengalihan Sungai

MOROWALI UTARA, MERCUSUAR – Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Sulteng menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pengawasan pengalihan alur sungai, yang memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan maupun efek dari aktivitas perusahaan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Dr. Andi Ruly Djanggola kepada Mercusuar, Rabu (13/5/2026) usai memimpin tim melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pengalihan alur Sungai Lamaito, di kawasan industri milik PT Stardust Estate Investment (PT SEI), Kabupaten Morowali Utara, Selasa (12/5/2026). 

“Setelah diterbitkannya Surat Persetujuan Pengalihan Alur Sungai Lamaito oleh Gubernur Sulawesi Tengah, kami langsung melakukan kunjungan dalam rangka melakukan pengawasan,” tegas Andi Ruly.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, rombongan turut didampingi perwakilan pihak PT SEI selaku pemilik kawasan industri dan PT Nadesico Nickel Indonesia (PT NNI) sebagai tenant di kawasan tersebut.

Andi Ruly menyampaikan peninjauan lapangan penting dilakukan, sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengalihan alur sungai, agar tetap memerhatikan aspek lingkungan, keselamatan, serta kelancaran tata air di kawasan industri.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi terkini pada lokasi pengalihan alur sungai, termasuk aliran air, serta langkah penanganan yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan dalam mengantisipasi potensi genangan maupun banjir di kawasan industri,” beber Andi Ruly.

Dalam peninjauan tersebut, pihak perusahaan menjelaskan bahwa sudetan sungai yang dibangun saat ini memiliki dimensi yang lebih lebar dan lebih dalam guna memperlancar aliran air. Selain itu, pembersihan enceng gondok juga dilakukan secara rutin dan berkala, agar aliran sungai tetap lancar dan tidak menimbulkan penyumbatan.

“Langkah pengalihan alur sungai tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi banjir bagi kawasan permukiman masyarakat di Kabupaten Morowali Utara, termasuk wilayah Desa Bunta dan sekitarnya,” urai Andi Ruly.

Turut dilaksanakan diskusi teknis antara tim CIKASDA dan pihak perusahaan, terkait langkah penanganan dan pemeliharaan kawasan sungai ke depan.

“Aspek lingkungan, perlindungan ekosistem, dan juga efeknya ke masyarakat, menjadi catatan penting bagi CIKASDA Sulteng, yang memang memiliki tanggung jawab, menjaga keberlangsungan kehidupan melalui penataan air,” tutupnya. MBH

Pos terkait