Pertanian Penggerak Utama Peningkatan Kesejahteraan

Foto bersama usai pembukaan rakor PMAAS, di Aula Kantor BRMP Sulteng, Selasa (14/7/2026). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid menegaskan komitmen menjadikan sektor pertanian sebagai motor utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Anwar, saat membuka rapat koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulteng tahun 2026, di Aula Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Anwar menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk merumuskan langkah konkret, agar sektor pertanian benar-benar menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat Sulteng.

“Pertanian adalah kekuatan besar yang kita miliki,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden RI, Sulteng mendapat mandat strategis sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan dan energi nasional. Karena itu, Pemerintah Provinsi telah menetapkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan melalui program unggulan BERANI Panen Raya yang tertuang dalam RPJMD.

“BERANI Panen Raya bukan sekadar slogan, melainkan gerakan besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara nyata. Kalau pemerintah pusat berbicara target 10 ton per hektare, maka semangat BERANI Panen Raya adalah mendorong produktivitas petani kita terus meningkat. Yang penting, kita bergerak menuju panen yang lebih besar dan petani yang lebih sejahtera,” tutur Anwar.

Saat ini, ungkap Anwar, produktivitas rata-rata padi Sulteng masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Pemprov menargetkan produktivitas rata-rata meningkat menjadi 6 ton per hektare pada tahun 2027.

“Saya yakin target ini bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak boleh lagi dibatasi oleh persoalan kewenangan administratif.

“Provinsi tidak punya sawah dan tidak punya petani. Yang punya sawah dan petani adalah kabupaten. Karena itu tugas provinsi adalah membantu, bukan mengambil alih,” tegas Anwar lagi.

Ia juga meminta seluruh Kepala Dinas Pertanian di kabupaten dan kota untuk menyampaikan secara terbuka berbagai kebutuhan daerah, sehingga Pemprov dapat mengalokasikan dukungan yang benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, kehadiran pemerintah bukan untuk seremonial, melainkan memberikan motivasi kepada petani.

“Kalau ada panen raya, cukup kirim WhatsApp kepada saya. Kalau ada waktu, saya datang. Tidak usah bikin surat resmi, tidak usah pasang tenda, tidak usah potong ayam atau buat acara besar. Saya datang untuk memberi semangat kepada petani,” pungkasnya. AJI

Pos terkait