MOROWALI UTARA, MERCUSUAR – Bupati Morowali Utara (Morut), Dr. dr. Delis Julkarson Hehi membuka Pertemuan Akbar Bapak Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-58 GKST, di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan perwakilan GKST yang berasal dari 27 klasis se-Sinode GKST. Delis menyebut, pertemuan itu menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkokoh iman, serta meningkatkan kebersamaan dalam pelayanan Gereja.
Turut hadir Anggota DPD RI Dapil Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang, Wakil Bupati Morut, H. Djira K., Kapolres Morut, AKBP Junaidy Anthonius Weken, unsur Forkopimda Morut, Sekretaris Umum PGI, Ketua Umum Sinode GKST, Pdt. Djadaramo Tasiabe, Wakil Ketua I DPRD Morut, Hj. Megawati Ambo Asa, perwakilan Kodim, serta pimpinan OPD Pemda Morut.
Delis yang menyampaikan sambutan Gubernur Sulteng, mengajak seluruh bapak-bapak GKST agar senantiasa mengambil peran sebagai juru damai, baik di lingkungan keluarga, jemaat, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan, bapak-bapak GKST memiliki tanggung jawab besar sebagai imam dalam keluarga. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi pembawa damai di tengah rumah tangga, lingkungan gereja dan masyarakat.
“Peran ini sangat penting dalam mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis serta kemajuan bangsa dan negara,” ujar Delis.
Menurutnya, saat ini masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan keluarga hingga tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kondisi global juga turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelangkaan BBM, inflasi biaya transportasi, semakin terbatasnya lapangan pekerjaan serta penurunan investasi yang berpengaruh terhadap pendapatan keluarga, khususnya para bapak sebagai tulang punggung rumah tangga.
Delis mengajak seluruh peserta untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan dan pelayanan. Ia berharap iman dan kepercayaan kepada Tuhan menjadi kekuatan bagi setiap bapak GKST dalam menjalankan tanggung jawab, baik di tengah keluarga, pelayanan jemaat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. SON






