SPPG Polda Sulteng, Perketat Pengawasan Higienitas MBG

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala
Bhayangkari Polda Sulawesi Tengah memperketat pengawasan keamanan dan higienitas makanan
dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (14/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman, layak konsumsi, dan
memenuhi standar pelayanan gizi.

Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Sulteng, Aldino, mengatakan pengawasan dilakukan
secara rutin dengan melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulteng.
Pemeriksaan dilakukan terhadap makanan sebelum didistribusikan kepada 1.779 siswa penerima
manfaat di 10 sekolah berbagai jenjang di Kota Palu.

SPPG juga memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan produksi, peralatan
memasak, bahan pangan, serta petugas yang terlibat dalam proses pengolahan makanan. Hal itu
dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi selama proses produksi hingga makanan diterima
siswa.

“Kami juga mendapat arahan dari BGN untuk memberikan pemahaman kepada para relawan dan
penjamah makanan agar mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sebagian besar
karyawan di sini merupakan ibu rumah tangga, sehingga pemahaman mengenai keamanan pangan
sangat penting,” kata Aldino.

Menurut dia, aspek keamanan pangan menjadi bagian penting dalam keberhasilan program MBG.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi siswa, kata dia, harus berjalan beriringan dengan jaminan kebersihan,
keamanan makanan, dan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Biddokkes Polda Sulteng, Briptu I Gede Yogi Mahendra, mengatakan pemeriksaan
terhadap menu MBG dilakukan dengan menguji kandungan sianida, arsenik, nitrit, dan formalin.

“Item pemeriksaan menu MBG hari ini yaitu sianida, arsenik, nitrit, dan formalin. Semua menu makanan
yang kami periksa aman dari kandungan tersebut sehingga layak untuk dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.

Selain pengujian kandungan bahan berbahaya, petugas Biddokkes juga melakukan pemeriksaan secara
langsung terhadap kondisi fisik makanan. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat bentuk dan kondisi
makanan, mencium aroma, kemudian mencicipi makanan sebagai bagian dari pengawasan sebelum
makanan didistribusikan. IKI

Pos terkait