Tepat Setahun, Tolitoli Banjir Lagi

  • Whatsapp

TOLITOLI, MERCUSUAR – Banjir kembali melanda ‘Kota Cengkeh’. Hujan yang mengguyur Tolitoli pada Minggu (3/6/2018) sore lantas menyisakan  banjir. Sejumlah daerah di pusat kota di wilayah Kecamatan Baolan,  dilaporkan banjir. Di Kelurahan Baru,  banjir   menggenangi sejumlah sekolah di  jalan utama, Jalan Magamu. Di SD Negeri Pembina, air masuk ke dalam kelas-kelas di lantai satu. Dan saat surut sekitar pukul 21.00 Wita, banjir menyisakan genangan lumpur. Bukannya melaksanakan upacara bendera, warga sekolah pun dipastikan akan bekerja keras membersihkan sisa lumpur tersebut pada Senin (4/6/2018), hari ini.  Lokasi lain di Kelurahan Baru yang juga sering menjadi langganan banjir adalah Kampung Kuda dan Lemba.  Di sini, air masuk ke rumah-rumah  warga, kecuali yang pondasi rumahnya tinggi.  Banjir juga terjadi di Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley. Daerah ini kembali  dilanda banjir di atas satu meter akibat meluapnya Sungai Tuweley.  Warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, seperti naik kelantai dua  atau ke tempat tetangga.  Warga sebenarnya sudah was-was dengan banjir saat hujan mengguyur Tolitoli pada Selasa (29/5/2018) pekan lalu. Saat itu, banjir dengan ketinggian maksimal 50 cm terjadi di sejumlah tempat, seperti daerah langganan banjir di Lemba dan kompleks Perumnas, Kelurahan Baru.

Banjir di Tolitoli pada Minggu (3/6/2018) kemarin sejatinya membuat warga trauma. Pasalnya tepat pada hari yang sama di tahun lalu, banjir besar melanda Tolitoli. Banjir saat awal Ramadan 2017 itu menggenangi empat dari 10 kecamatan di Tolitoli, yakni Kecamatan Baolan, Galang, Dakopemean, dan Lampasio. Ketinggian air  50 cm-4 meter.   Curah hujan tinggi ketika itu menyebabkan Sungai Lemba, Sungai Dakitan, Sungai Tuweley dan Sungai Tambun meluap. Pada saat yang sama, air laut pasang hingga menyebabkan banjir rob. Buruknya drainase juga menjadi salah satu pemicu banjir.  Sebanyak 56 ribu keluarga terkena dampak banjir dengan kerusakan perabot rumah tangga, peralatan elektronik, pakaian, makanan dan berkas administrasi kependudukan. Belasan rumah hanyut dan rusak, termasuk di Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan itu.  Banjir kala itu juga menyebabkan tiga orang warga meninggal dunia, serta dua orang lainnya hilang. Segera setelah banjir, pemerintah daerah melakukan normalisasi sungai, antara lain pengerukan Sungai Tuweley. DAR

Baca Juga