Prof DR Rosmala Nur SKM MSi, FKM Untad Menangkan Program NHF 2026

Prof DR Rosmala Nur SKM MSi

PALU, MERCUSUAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako, memenangkan dana penelitian Nutrition and Health Fund tahun 2026, dari Yayasan Filantropi, yang berbasis di Belanda.

“Alhamdulillah, satu lagi kabar yang menggembirakan, untuk FKM, dengan dimenangkannya NHF tahun 2026, oleh para dosen-dosen kami yang hebat,” urai Dekan FKM Untad, Prof DR Rosmala Nur SKM MSi, kepada Mercusuar, Kamis (21/5/2026).

Lanjut Prof Mala, sapaan akrabnya, sebagai dekan, dirinya sangat bangga pada dosen-dosen FKM Untad, yang berhasil memenangkan dana penelitian NHF tahun 2026. Begitu pula riset dengan pendanaan LPDP. Tentu ini akan menambah Indikator Kinerja Utama (IKU) dekan yakni banyaknya dosen yg terlibat dalam penelitian-penelitian serta publikasi sebagai dampak dari kerjasama internasional.

“Karena riset dengan NHF, cukup terbatas, makanya ini hanya beberapa perguruan tinggi yang dapat, diantaranya adalah, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Tadulako,” beber Prof Mala.

Secara detil, kata orang nomor satu di FKM Untad itu, 11 dosen yang dibagi tiga tim, dengan tiga baseline studi yang berbeda itu, mampu meyakinkan pihak-pihak yang memberikan bantuan, untuk kemudian diloloskan dalam mendapatkan bantuan.

Lebih lanjut lagi, kata Prof Mala, tiga baseline studinya, ada yang meneliti makanan kaledo, yang memiliki pengaruh dalam gizi dan Kesehatan, dan langkah yang dilakukan para dosen tersebut, katanya lagi, adalah sebuah upaya yang patut mendapatkan apresiasi yang positif.

“Kita semua tahu, kalau Kaledo, adalah makanan khas orang Kaili, yang selain nikmat juga memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Maka kemudian tim dosen melakukan penelitian ini, dengan metode-metode mutakhir, yang Alhamdulillah, diganjar dengan NHF tahun 2026,” urai Prof Mala.

Dalam keterangannya pula, Prof Mala menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dilalui, untuk mendapatkan NHF, diantaranya adalah, kualifikasi tim peneliti, Dimana proposal harus diajukan oleh tim yang terdiri dari tiga orang, tim tersebut, bisa berupa tiga orang dosen, atau dua orang dosen dan satu mahasiswa S2 atau S3.

“Kemudian, untuk Ketua Peneliti, harus diketuai oleh dosen dari Departemen Gizi Masyarakat atau Program Studi Gizi dan bidang keahlian (BKU) Teknologi Pangan dari universitas mitra yang bekerjasama dengan NHF,” urainya.

Lanjutnya, sedangkan untuk penelitiannya, harus sesuai dengan ruang lingkup yang ditetapkan, yang mencakup, ketahanan pangan dan gizi, serta sosio ekonomi rumah tangga, kebiasaan, dan budaya konsumsi pangan berbasis etnis.

“Insya Allah, kedepannya, FKM Untad, akan terus berupaya mengembangkan kualitas fakultas, agar menjadi salah satu fakultas terbaik di Untad,” tutupnya.MBH

Pos terkait