BANGGAI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai diminta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengevaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta menyesuaikan belanja daerah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Hal tersebut menjadi bagian dari penjelasan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Moh. Ramli Tongko dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banggai bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terkait keputusan Gubernur Sulteng tentang hasil evaluasi RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, di ruang paripurna DPRD Banggai, Selasa (3/11/2026).
Dalam pemaparannya, Ramli menyebut hasil evaluasi Pemprov mengharuskan sejumlah penyesuaian terhadap anggaran yang telah ditetapkan, dengan tetap mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Ia menyebut tidak terdapat perubahan target dalam APBD Perubahan. Namun, Pemprov memberikan penekanan agar pemerintah daerah mengoptimalkan pengelolaan pajak melalui intensifikasi pajak daerah.
“Penetapan target PAD juga harus mempertimbangkan realisasi pendapatan selama tiga tahun sebelumnya. Arahan ini telah ditindaklanjuti oleh TAPD,” kata Ramli.
Sementara pada komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, Ramli menjelaskan pendapatan tersebut bersumber dari penyertaan modal pemerintah daerah kepada sejumlah perusahaan, salah satunya Bank Sulteng. Dengan penyertaan modal sebesar Rp32 miliar hingga 31 Desember 2025, Pemkab Banggai memperoleh dividen sekira Rp5,7 miliar setiap tahun.
Pada komponen pendapatan transfer, Ramli menjelaskan Pemprov Sulteng memberikan perhatian terhadap pencantuman kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dalam APBD.
“Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kepastian penerimaan dana,” imbuhnya.
TAPD, kata Ramli, terus melakukan pembahasan untuk menentukan program yang perlu ditunda atau diberi tanda bintang (belum dapat dilaksanakan), kecuali terdapat dana transfer yang masuk pada akhir tahun sehingga bisa dimanfaatkan.
“Kami sudah mencermati program mana yang bisa dilaksanakan,” katanya. TOP






