LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Persoalan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram menjadi salah satu keluhan utama warga Kelurahan Lolu Selatan, saat reses anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur tersebut, warga menyampaikan kebutuhan penambahan kuota LPG 3 kg karena pasokan yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menanggapi keluhan itu, Rini Haris mengatakan akan menindaklanjuti persoalan distribusi LPG bersubsidi tersebut dengan melakukan pengecekan terhadap kebutuhan kuota di wilayah setempat.
“Memang masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram. Saya akan mengecek kembali apakah memang diperlukan penambahan kuota,” kata Rini.
Ia menjelaskan, apabila hasil pengecekan menunjukkan perlunya penambahan pangkalan, hal tersebut juga akan menjadi perhatian. Namun, pembukaan pangkalan baru harus melalui sejumlah tahapan, termasuk proses perizinan.
Menurutnya, persoalan ketersediaan LPG 3 kg perlu mendapat perhatian agar masyarakat dapat memperoleh gas bersubsidi tersebut sesuai kebutuhan.
Selain LPG 3 kg, dalam reses masa persidangan caturwulan III tahun sidang 2026 itu, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, seperti persoalan lampu penerangan jalan, pelayanan air bersih PDAM, serta drainase yang menyebabkan genangan dan banjir ketika hujan turun.
Rini mengatakan, berbagai masukan masyarakat tersebut akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme penganggaran pemerintah daerah.
Ia juga mengingatkan warga agar menyampaikan usulan pembangunan melalui pengurus RT dan kelurahan sehingga dapat masuk dalam proses perencanaan pembangunan.
Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Palu, Nawab Kursaid menjelaskan, kegiatan reses merupakan wadah bagi anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat. Seluruh masukan yang dihimpun nantinya akan dikemas dalam program dan disesuaikan dengan tahapan serta kemampuan penganggaran daerah.
Sementara itu, Camat Palu Timur, Gunawan, menyampaikan bahwa proses perencanaan pembangunan untuk tahun anggaran 2027 telah dimulai melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Ia berharap aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan penerangan jalan dan perbaikan infrastruktur lingkungan, dapat disampaikan melalui jalur perencanaan tersebut.
Reses ini merupakan bagian dari agenda anggota DPRD Kota Palu di daerah pemilihan I yang meliputi Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore. Kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat dijadwalkan berlangsung hingga 7 November 2026. TIN






