BANGGAI, MERCUSUAR – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai melanjutkan roadshow kelembagaan, dengan berkunjung ke kampus Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Selasa (21/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh bersama jajaran diterima langsung oleh Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, SE., M.Si. di ruang kerjanya. Turut mendampingi Rektor, Wakil Rektor I Dr. Hamdin Husin dan Wakil Rektor III Dr. Ramli Bidullah.
Melalui silaturahmi tersebut, Abdul Saleh berharap dapat terbangun kolaborasi dan kerja sama antara Untika Luwuk dan PWI Banggai.
“Saat ini PWI Banggai juga telah memprogramkan podcast, yang bisa menjadi wadah untuk sosialisasi kampus,” katanya.
Dewan Penasihat PWI Banggai, Iskandar Djiada menambahkan, ke depan dosen Untika Luwuk dapat menjadi narasumber dalam program podcast maupun di media-media di bawah naungan PWI Banggai.
“Selain itu, jika ada tulisan seperti opini, kami membuka ruang untuk dipublikasikan. Selama ini kami lebih banyak memuat tulisan dari luar daerah, tentu akan lebih baik jika diisi oleh penulis dari dalam daerah yang memahami kondisi lokal,” ucap Iskandar.
Ia juga berharap akademisi Untika Luwuk dapat menjadi rujukan dalam membahas berbagai isu yang berkembang di daerah.
“Karena jika akademisi yang menjadi narasumber, tentu lebih berkompeten,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah menyambut baik kunjungan rombongan PWI Banggai. Menurutnya, peran wartawan sangat penting dan strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Ia juga menyatakan kesiapan Untika Luwuk untuk menjalin kolaborasi dengan PWI Banggai, terutama dalam meningkatkan produktivitas konten edukasi.
Taufik menilai, salah satu kelemahan yang masih dihadapi adalah minimnya diseminasi hasil riset. Padahal, banyak dosen bergelar doktor di Untika Luwuk yang memiliki penelitian dan disertasi berkualitas.
“Banyak hasil penelitian yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, seperti riset tentang beras analog, ubi Banggai, hingga bahan literasi lainnya. Namun, selama ini belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” jelasnya.
Oleh karena itu, menurutnya, kolaborasi dengan media penting agar berbagai produk penelitian tersebut tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. */TOP






