Didukung MIND ID, PT Vale Percepat Pengembangan Proyek Strategis IGP Pomalaa

MIND ID kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan IGP Pomalaa melalui kunjungan kerja Komisaris MIND ID sekaligus Astamaops Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin ke kawasan proyek PT Vale di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.FOTO : HUMAS PT VALE

POMALAA, MERCUSUAR – Mining Industry Indonesia (MIND ID) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui kunjungan kerja Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin ke kawasan proyek PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, Kejaksaan, serta para pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Pomalaa berjalan aman, kondusif, sesuai ketentuan hukum, dan berkelanjutan.

Selain meninjau perkembangan proyek, kunjungan ini juga menegaskan dukungan MIND ID sebagai holding industri pertambangan Indonesia terhadap pengembangan proyek strategis PT Vale yang menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi mineral nasional. Dukungan tersebut mencakup penguatan kepastian investasi, penerapan tata kelola yang baik, perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan, serta penciptaan manfaat ekonomi

IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang dikembangkan PT Vale untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Di kawasan ini, PT Vale bersama mitra globalnya membentuk perusahaan patungan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) untuk membangun fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).
Fasilitas tersebut dirancang memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan estimasi kapasitas sekitar 120.000 ton kandungan nikel dan 15.000 ton kandungan kobalt per tahun. Produk tersebut merupakan bahan baku utama dalam industri baterai kendaraan listrik.

Melalui proyek ini, PT Vale tidak hanya mendukung agenda hilirisasi nasional, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri baru, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengembangan kapasitas tenaga kerja, serta terbukanya peluang usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Jaga Iklim Investasi
Dalam peninjauan lapangan, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Holding tentu akan maksimal dalam mendukung anak holding (PT Vale). Kalau ada persoalan-persoalan sosial, kita bahas bersama melalui rapat di Jakarta, kemudian turun langsung melihat kondisi aktual di lapangan bersama Forkopimda, Polda, Kodam, Bupati, dan Kejaksaan. Harapannya, semua persoalan dapat diselesaikan melalui sinergi tanpa meninggalkan masyarakat. Kita ingin kawasan industri ini maju, masyarakatnya maju, dan alamnya tetap lestari,” ujarnya.

Menurut Fadil Imran, perkembangan kawasan industri di Kolaka telah memberikan dampak berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya aktivitas sektor transportasi, kuliner, perhotelan, pariwisata, hingga terbukanya lapangan pekerjaan.

Komitmen PT Vale
Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan IGP Pomalaa berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, kepatuhan hukum, tata kelola perusahaan yang baik, serta penghormatan terhadap masyarakat lokal.

“Bagi PT Vale, keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kemampuan kami menjaga kepercayaan masyarakat, mematuhi regulasi, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi daerah. Kami percaya hilirisasi yang kuat harus berjalan seiring dengan tata kelola yang baik, dialog yang terbuka, serta perlindungan terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat,” ujar Budiawansyah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola sehingga pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan kesejahteraan yang inklusif.

Sementara itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, menegaskan pembangunan fasilitas HPAL Pomalaa terus dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja,
Seluruh tahapan pembangunan IGP Pomalaa, lanjut Asril, akan terus mengacu pada praktik pertambangan yang baik, standar keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, kepatuhan terhadap seluruh perizinan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan dukungan MIND ID, sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan, IGP Pomalaa diharapkan menjadi salah satu model pengembangan hilirisasi nikel berkelanjutan di Indonesia. Selain memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing nasional, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.TIN

Pos terkait