PALU, MERCUSUAR – Fakultas Teknik (Faktek) Universitas Tadulako (Untad) menggelar kegiatan Silaturahmi dan Pengenalan Mahasiswa Baru (SAPA) 2026, di salah satu hotel di Kota Palu, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan seminar sehari bertajuk Infrastruktur Masa Depan Sulawesi Tengah, Tantangan, Inovasi dan Profesionalisme Teknik, menghadirkan Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Sulteng, Ir Bambang S. Razak, S.T., M.T. sebagai pembicara.
SAPA Faktek Untad 2026 dibuka Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc.
Andi Rusdin mengenalkan tentang aturan akademik di Untad, serta mekanisme yang wajib diikuti oleh para mahasiswa di semua jenjang di Untad.
“Ada mekanisme yang harus diikuti sampai tuntas, kemudian ada aturan akademik yang mesti ditaati. Dan kehadiran di SAPA, salah satunya adalah mengenali lebih dekat terkait aturan tersebut,” kata Andi Rusdin.
Menurutnya, SAPA Faktek Untad tahun 2026 adalah kegiatan yang baru pertama kali digelar di internal Faktek Untad, bukan hanya sekedar mengenalkan terkait kehidupan di kampus, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi civitas akademika Faktek Untad secara keseluruhan.
Sementara itu, Dekan Faktek Untad, Ir. Andi Arham Adam, S.T., M.Sc. (Eng.) Ph.D. dalam sambutannya mengatakan SAPA adalah kegiatan penyambutan dan orientasi akademik, dan melibatkan civitas akademika di Faktek Untad, mulai dari mahasiswa baru program magister, program profesi insinyur, program profesi arsitek.
Dalam kegiatan SAPA, lanjut Andi Arham, ada beberapa item kegiatan yang dilakukan selama sehari penuh, di antaranya adalah pengenalan fakultas, pengenalan layanan akademik dan digital atau program SIGA-8, yang meliputi KRS, Presensi, Portal Mahasiswa, LMS, Email Institusi, Perpustakaan Digital, Administrasi Akademik dan Keuangan, kemudian ditutup dengan ramah tamah sekaligus ajang silaturahmi sesama insan teknik.
Sementara seminar utama yang menghadirkan Kepala BPJN Wilayah IV Sulteng memiliki tujuan untuk memberikan wawasan, kepada mahasiswa baru, mengenai tantangan Pembangunan daerah, profesionalisme keteknikan, serta peran strategis lulusan magister dan profesi, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulteng, serta tantangan dan implementasi, kompetensi profesional yang dibutuhkan agar mampu berkontribusi sebagai arstitek, insinyur, maupun akademisi, yang unggul, inovatif dan berintegritas.
“Melalui seminar, diharapkan mahasiswa baru memperoleh pemahaman, mengenai arah pembangunan infrastruktur dan penataan ruangan di Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkas Andi Arham. MBH







