PlakPlik Ngataku Dukung Taufik Ismail Raih Nobel Sastra

Agustan T. Syam

PALU, MERCUSUAR – Komunitas Sastra PlakPlik Ngataku mendukung sepenuhnya maestro Sastra Indonesia, Taufik Ismail, untuk mendapatkan Penghargaan Nobel Sastra.

Demikian ditegaskan Ketua Komunitas Sastra PlakPlik Ngataku, Dr. Agustan T. Syam Kepada Mercusuar, Sabtu (8/8/2026) di Palu.

“Taufik Ismail adalah sastrawan senior dan tokoh yang terus menghasilkan karya-karya hebat. Beliau juga adalah sosok yang terus menjaga kehadiran ruh sastra agar terus hidup di masyarakat. Dia dikenal bukan hanya sosoknya, tetapi juga karya-karyanya. Jadi, sangat layak bagi kami, tokoh seperti Taufik Ismail mendapatkan penghargaan Nobel Sastra,” urai Tuaka Agust, sapaan akrabnya.

Katanya lagi, Taufik Ismail merupakan penyair yang menggunakan kata sebagai nurani bangsa, dan suara kemanusiaan untuk dunia. Sseorang Taufik Ismail, menurut Tuaka Agust, adalah ikon sastra yang karyanya melampaui batas ruang dan waktu, banyak di antara karya sastranya menyuarakan keadilan, kemanusiaan dan harapan.

“Sudah saatnya penghargaan tertinggi di bidang sastra, Nobel Sastra, diberikan untuk Taufik Ismail, sebagai penghargaan atas dedikasi dan karya monumental beliau,” tegas Agust yang merupakan

Doktor sastra dan budaya

Menurutnya, Taufik Ismail adalah dokumentasi zaman, perlawanan nurani dan doa bagi kemanusiaan. Suaranya telah menembus batas bangsa, dan berbicara untuk dunia. Karyanya yang abadi, konsisten membela keadilan dan kemusiaan, penyatu kata dan makna, serta serta warisan literasi.

Agust juga mengenang sosok Taufik Ismail sebagai motivasi bagi perjuangan rakyat dan mahasiswa, yang memperjuangkan berdirinya era Reformasi pada tahun 1998. Puisinya yang berjudul “Takut 66 dan Takut 98” disebut sebagai puisi singkat namun memiliki kedalaman makna, yang terus digaungkan saat para mahasiswa di seluruh daerah ikut melakukan aksi menuntut hadirnya era Reformasi.

“Di atas garis Khatulistiwa, kami kibarkan bendera komunitas Sastra PlakPlik Ngataku dan Himpunan Sarjana Sastra Indonesia atau Hiski Sulteng, untuk mengirimkan resonansi bagi semesta, bahwa Taufik Ismail adalah penyair Indonesia untuk dunia, dan layak mendapatkan penghargaan Nobel Sastra,” tutup Agust. MBH

Pos terkait