DUYU, MERCUSUAR – Upaya penguatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Palu kembali menunjukkan kemajuan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palu resmi memulai pembangunan gedung baru melalui prosesi groundbreaking yang didanai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, unsur TNI/Polri melalui Babinsa, pengawas dan kontraktor pelaksana, serta seluruh civitas akademika MAN 1 Palu.
Pembangunan ini menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih terdampak bencana gempa bumi yang melanda Palu beberapa tahun silam.
Kepala MAN 1 Palu, Rusdiana, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan yang telah lama dinantikan tersebut. Menurutnya, bantuan SBSN yang diterima MAN 1 Palu akan menghadirkan dua gedung baru yang sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Alhamdulillah, hari ini acara peletakan batu pertama gedung SBSN MAN 1 Palu telah terlaksana dengan lancar. Dalam alokasi ini, MAN 1 Palu mendapatkan dua jenis bangunan, yaitu Ruang Kelas Baru (RKB) Tipe 1 setinggi dua lantai serta Gedung Perpustakaan dan Laboratorium Terpadu setinggi tiga lantai,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kemenag Sulteng beserta jajaran, khususnya Bidang Pendidikan Madrasah (Penma), atas dukungan, pembinaan, dan pendampingan selama proses pengajuan hingga terealisasinya anggaran pembangunan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Matindas, yang dinilai memiliki peran besar dalam mengawal proses usulan pembangunan MAN 1 Palu hingga ke tingkat pemerintah pusat. “Dukungan Pak Matindas di tingkat pusat sangat berarti bagi kami. Beliau mengawal proses pengajuan ini sehingga MAN 1 Palu kembali bangkit dan terus berkembang,” terangnya.
Meski demikian, Rusdiana mengakui bahwa kebutuhan ruang belajar di MAN 1 Palu masih cukup besar. Saat ini madrasah tersebut masih membutuhkan sekitar 12 ruang kelas baru serta satu unit gedung aula yang hingga kini belum dapat digunakan akibat kerusakan pascagempa.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Junaidin, berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Kami berharap proses pengerjaan bangunan ini dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa dalam mendukung proses pembelajaran,” ujar Dr. Junaidin.
Dengan hadirnya gedung ruang kelas baru, perpustakaan, dan laboratorium terpadu, diharapkan kualitas layanan pendidikan di MAN 1 Palu semakin meningkat. Fasilitas yang lebih representatif juga diyakini akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik dalam meraih prestasi. UTM







