MAKKAH, MERCUSUAR – Jemaah haji asal Provinsi Sulteng saat ini tengah menghadapi tantangan menyesuaikan diri dengan perbedaan kondisi cuaca di Arab Saudi dengan tanah air.
Hal itu sebagaimana yang dirasakan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-9) yang merupakan jemaah asal Sulteng.
“Kondisi saat ini cuaca panas di Makkah, mencapai antara 40-42 derajat celsius,” kata Ketua Kloter BPN-9, Muh. Syamsu Nursi melalui pesan suara WhatsApp kepada media ini, Sabtu (16/5/2026).
Secara umum, ungkap Syamsu, jemaah kloter BPN-9 sedang dalam kondisi sehat. Meskipun ada sejumlah jemaah yang mulai terserang flu, demam, meriang, dan batuk.
“Ada beberapa yang mulai diserang flu, batuk, meriang, demam. Rata-rata karena sedang menyesuaikan kondisi cuaca. Secara keseluruhan jemaah tertangani dengan baik oleh tim kesehatan, baik dokter maupun perawat,” tuturnya.
Para petugas kloter juga terus mengimbau jemaah untuk tetap menjaga kondisi fisik, terutama menjaga hidrasi tubuh dengan sering minum air putih. Hal itu karena pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tinggal beberapa hari lagi.
Jemaah asal Sulteng yang terbagi dalam kloter BPN-9, BPN-10, BPN-11, BPN-12 dan BPN-13 seluruhnya telah berada di Makkah, ditandai dengan kedatangan kloter BPN-13 pada Sabtu (16/5/2026) waktu setempat.
Syamsu menyebut hotel jemaah asal Sulteng seluruhnya berdekatan, karena berada pada sektor yang sama, yakni Sektor 8.
“Seluruh jemaah asal Sulteng berada di Sektor 8,” tandasnya. IEA






