MAN IC Palu Padukan Sains dan Agama

PALU, MERCUSUAR — Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) dinilai menjadi salah satu solusi pendidikan, bagi orang tua yang menginginkan anak menguasai ilmu pengetahuan umum sekaligus ilmu agama secara seimbang.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Abdul Basit, saat menghadiri kegiatan perpisahan 108 siswa MAN IC Kota Palu, Rabu (13/5/2026).

Menurut Abdul Basit, menggabungkan pendidikan sains dan pendidikan agama dalam satu sistem pembelajaran bukan hal mudah, terlebih jika dituntut menghasilkan lulusan yang mampu menguasai keduanya secara baik.

“Menggabungkan dua keilmuan yang berbeda itu cukup sulit, apalagi harus menghasilkan lulusan yang menguasai keduanya,” ujarnya.

Mantan Kepala MAN IC Serpong itu mengatakan saat ini banyak orang tua menginginkan anak-anak mereka tidak tertinggal dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga memiliki dasar pengetahuan agama yang kuat sebagai bekal kehidupan.

Ia menambahkan, MAN IC tidak hanya memadukan dua bidang ilmu tersebut, tetapi juga mengembangkan proses pembelajaran berbasis digital.

Sementara itu, Kepala MAN IC Kota Palu, Mardiati Rosmah mengatakan, pihaknya terus berupaya menjawab tantangan zaman dengan mencetak generasi yang unggul dalam sains sekaligus memiliki pemahaman agama yang baik.

Menurutnya, lulusan MAN IC tahun 2026 tidak hanya memiliki capaian akademik, tetapi juga kemampuan hafalan Al-Qur’an hingga 15 juz.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bukan hanya melepas siswa yang berprestasi dalam capaian akademik, tetapi juga meluluskan tahfidz 15 juz,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah memberikan pendampingan pendidikan kepada siswa selama tiga tahun proses belajar di MAN IC.

Selain itu, Mardiati turut menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswa apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pendidikan di sekolah tersebut. Model pendidikan seperti MAN IC menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat terhadap sekolah berbasis integrasi ilmu. Orang tua tidak lagi hanya mencari sekolah dengan capaian akademik tinggi, tetapi juga institusi yang dianggap mampu membentuk karakter, disiplin, dan fondasi moral. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan itu secara nyata. Banyak sekolah mengklaim integrasi sains dan agama, tetapi gagal membangun kedalaman pada salah satu sisi karena keterbatasan kurikulum, kualitas pengajar, atau beban akademik yang terlalu padat. MBH

Pos terkait