PALU, MERCUSUAR – Kelompok Terbang (Kloter) pertama jemaah haji asal Sulteng yakni Kloter 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-9) telah tiba di Arab Saudi, melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, pada Sabtu (9/5/2026) sekira pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Alhamdulillah, kloter BPN-9 sekira pukul 17.00 WAS mendarat di Jeddah, sebanyak 360 jemaah bersama petugas. Proses penerimaan di bandara berjalan lancar dan tertib. Pukul 18.10 WAS seluruh jemaah bertolak menuju Hotel Moro Global 802 daerah Isfalah, Makkah, tiba di hotel sekira pukul 21.20 WAS,” kata Ketua Kloter BPN-9, Muh. Syamsu Nursi kepada Mercusuar melalui pesan suara WhatsApp, Minggu (10/52026).
Tiba di hotel, jemaah langsung menempati kamar-kamar yang disediakan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Jemaah kloter BPN-9 lalu melaksanakan Umrah wajib pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat.
“Alhamdullah, kami telah melaksanakan umrah wajib dan selesai sekira pukul 11.20 WAS,” ungkap Syamsu.
Satu Orang Batal Berangkat
Jemaah kloter BPN-9 diterbangkan melalui pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 4109 dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, setelah mengalami keterlambatan (delay) keberangkatan dari jadwal awal 07.45 WITA menjadi 08.40 WITA.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulteng, H. Muchlis Aseng mengungkapkan, terdapat dua orang jemaah kloter BPN-9 yang tidak dapat berangkat bersama rombongan.
Salah seorang jemaah asal Kota Palu, yakni Nurbaya Abdurrahman (56 tahun) bahkan dinyatakan batal berangkat akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, berdasarkan hasil laboratorium pada saat pemeriksaan di Embarkasi Balikpapan.
“Jadi yang bersangkutan akan dipulangkan ke Palu, tidak bisa lagi digantikan oleh jemaah cadangan, mengingat aplikasi nusuk masar untuk proses batal ganti visa tidak lagi dibuka oleh pemerintah Arab Saudi,” jelas Muchlis kepada media ini, Sabtu (9/5/2026).
Seorang jemaah lainnya, yakni Harjan Harun Yadano (68 tahun) asal Kabupaten Banggai Laut (Balut), terindikasi rendah HB, sehingga tidak memungkinkan untuk ikut penerbangan ke Arab Saudi. Meski begitu, ia masih dapat diberangkatkan jika telah memenuhi syarat penerbangan usai menjalani perawatan.
“Masih memungkinkan untuk diberangkatkan pada kloter selanjutnya jika sudah sehat,” ujar Muchlis.
Ia menyebut, kuota dua orang jemaah yang berkurang diisi oleh jemaah dari Kloter BPN-5 yang sebelumnya ditanazul (tertunda) akibat masalah kesehatan.
“Total jemaah BPN-9 yang berangkat 354 orang. Sedangkan kekosongan itu diisi jemaah dari kloter BPN-5,” imbuh Muchlis.
Sebelumnya, total 1.751 orang jemaah haji asal Sulteng dilepas secara simbolis oleh Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, di Asrama Haji Transit Palu, Kamis (7/5/2026).
Pada kesempatan itu, Anwar berpesan kepada jemaah untuk menyempatkan diri untuk berdoa demi kebaikan, kemajuan dan kemakmuran daerah.
“Doakan Sulteng ini berkah. Insyaallah, doa dari 1.751 jemaah haji yang semua angkat tangan di depan Multazam, diberkahi Sulteng ini. Doakan kami juga dengan Ibu Reny (Wakil Gubernur) semoga sehat-sehat selalu, doakan Wali Kota dan Bupati sehat selalu, sehingga bisa memimpin daerah ini dengan baik,” ujar Anwar. IEA






