OJK Dorong Inklusi Pasar Modal di Sulteng

  • Whatsapp
FOTO OJK-bbdf15fe
KEPALA OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar pada kegiatan galeri investasi di SMAN 5 Kota Palu. Kegiatan itu merupakan yang pertama di tingkat pendidikan menegah di Sulteng. FOTO: DOK OJK SULTENG

PALU, MERCUSUAR- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong produk dan layanan sektor pasar modal agar dapat menjadi alternatif investasi untuk dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat SUlteng.

Dalam upayanya untuk meningkatkan inklusi sektor pasar modal, OJK mengapreasiasi PT Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulteng yang telah memfasilitasi pembentukan Galeri Investasi di Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh) dan SMAN 5 Kota Palu pada 10 Februari 2022.

Galeri Investasi di Unismuh merupakan yang ke-9 di tingkat pendidikan tinggi Sulteng. Sementara Galeri Investasi di SMAN 5 Kota Palu merupakan yang pertama di tingkat pendidikan menegah di Sulteng.

“Galeri Investasi secara aktif akan melakukan sosialisasi, edukasi, dan publikasi kepada berbagai pihak terkait berinvestasi secara benar di Pasar Modal,” kata Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar dalam pers rilis yang diterima Media ini, Jumat (11/2/2022).

Kegiatan tersebut, lanjut dia, bertujuan menghindarkan masyarakat dari berbagai macam penawaran investasi melalui sarana teknologi informasi yang marak akhir-akhir ini, namun tidak memiliki legalitas dan izin yang jelas.

Keberadaan galeri investasi di berbagai institusi pendidikan juga secara langsung mendukung upaya pemerintah meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal, Sebab indeks literasi dan inklusi keuangan berdasarkan data survei OJK tahun 2019 masih cukup rendah masing-masing di angka 4,92% (literasi) dan 1,55% (inklusi).

Berdasarkan data OJK posisi bulan Desember 2021, jumlah investor berdasarkan SingleInvestorIdentification (SID) di Sulteng tercatat sebanyak 33.525, meningkat sebanyak 19.431 atau 137,87% secara year on year (yoy). Hal tersebut ekuivalen dengan peningkatan kepemilikan saham yang tercatat sebesar Rp528,46 miliar, meningkat sebesar Rp220,80 miliar atau 71,77% secara yoy.

Namun demikian, dari sisi transaksi, terjadi penurunan dari Rp763,73 miliar menjadi Rp553,47 miliar atau -27,53% (-Rp210,26 miliar) secara yoy. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada perdagangan intraday tanggal 10 Februari 2022.

Keberadaan pasar modal sebagai alternatif investasi yang legal dan berizin penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat, agar terhindar dari penipuan investasi ilegal.

MARAK PENAWARAN

Baca Juga