Indosat, Kemnaker dan Wadhwani Foundation Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional Berbasis AI

Indosat Ooredoo Hutchison bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kolaborasi penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional berbasis kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan.FOTO : INDOSAT

JAKARTA, MERCUSUAR – Indosat Ooredoo Hutchison bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kolaborasi penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional berbasis kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan.

Penandatanganan MoU yang berlangsung pada 5 Mei 2026 di Jakarta tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan digital bagi tenaga kerja Indonesia melalui integrasi ekosistem SIAPKerja Kemnaker RI dengan platform pembelajaran Wadhwani Foundation serta dukungan konektivitas dan teknologi dari Indosat.

Melalui kerja sama ini, pelatihan akan diperluas ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker RI melalui integrasi platform AI JobReady dan Genie AI ke dalam ekosistem SIAPKerja. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kerja peserta melalui layanan bimbingan karier yang lebih personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, serta modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini.

Selain mendukung pencari kerja, program ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan digital. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Indosat dan Wadhwani Foundation dalam memberdayakan satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi.

Aspek inklusivitas turut menjadi perhatian utama dalam kerja sama tersebut. Ketiga pihak berkomitmen menyediakan aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker RI. Modul pelatihan juga dirancang agar dapat disesuaikan dengan ragam kebutuhan peserta penyandang disabilitas.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan dunia kerja saat ini mengalami transformasi sangat cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menilai bonus demografi Indonesia dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan intervensi yang tepat.

“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong demokratisasi AI di Indonesia.

“AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia,” kata Vikram.

Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menekankan pentingnya relevansi kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh Indonesia secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri saat ini,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Kemnaker RI akan mendukung program melalui kebijakan, ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta pemanfaatan jaringan BLK. Wadhwani Foundation bertanggung jawab pada pengembangan kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI. Adapun Indosat akan memperkuat program melalui dukungan konektivitas, ekosistem teknologi, serta pengembangan kapasitas digital dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program kolaborasi tersebut mulai dijalankan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10–14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut dan menghasilkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang siap dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan.

Dari program tersebut diproyeksikan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi dan kewirausahaan nasional.

Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kemnaker RI, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.

Selain menyasar pencari kerja dan calon wirausahawan, pelatihan AI dan kecerdasan digital juga diberikan kepada pegawai Kemnaker RI sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal menghadapi transformasi dunia kerja.

Kerja sama tersebut berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029 dan akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan melalui pendekatan berbasis data oleh ketiga pihak.TIN

Pos terkait