PALU, MERCUSUAR – Perluasan akses layanan keuangan formal menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) memperkuat sinergi industri keuangan untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Puncak kegiatan BIK 2026 berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026, di Lapangan Immanuel, Kota Palu. Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga jasa keuangan, mulai dari perbankan, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), perusahaan pembiayaan, asuransi, pegadaian, hingga lembaga keuangan lainnya.
Rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang Oktober tersebut mencakup edukasi keuangan, IJK Goes to School, business matching, FKIJK Run, FinExpo 2026, serta UMKM Summit. Berbagai agenda itu menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal produk dan layanan keuangan sekaligus memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Perluas Akses Keuangan Masyarakat Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disampaikan dalam surat OJK, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, meningkat dibandingkan 92,74 persen pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Meski demikian, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045.
Selain memperkenalkan produk perbankan, pembiayaan, asuransi, dan layanan keuangan lainnya, BIK juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, hak dan kewajiban konsumen, serta pentingnya memilih produk keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Bank Binarta Luhur Perkuat Dukungan kepada UMKM Salah satu lembaga jasa keuangan yang mendukung kegiatan tersebut adalah PT Bank Perekonomian Rakyat Binarta Luhur, yang berkantor pusat di Sumbersari, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Direktur Utama Bank Binarta Luhur, Al Berthy Makalu, memandang BIK sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal.
“Bulan Inklusi Keuangan bukan sekadar kegiatan memperkenalkan produk jasa keuangan, tetapi merupakan momentum membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mengembangkan usaha secara produktif,” demikian pesan yang disiapkan Bank Binarta Luhur dalam mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, BPR memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat dan pelaku UMKM, terutama melalui layanan perbankan yang dekat dengan kebutuhan serta karakteristik ekonomi daerah.
Melalui produk tabungan, deposito, dan kredit produktif, Bank Binarta Luhur berupaya mendukung pengelolaan keuangan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan. Akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, menjaga kelancaran arus kas, serta memperluas peluang pasar.
Di sisi lain, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan juga penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan perbankan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah Keterlibatan berbagai lembaga jasa keuangan dalam BIK 2026 mencerminkan pentingnya kolaborasi untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan keuangan di Sulawesi Tengah.
Melalui pameran layanan keuangan, business matching, dan UMKM Summit, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memperoleh informasi yang lebih luas mengenai pilihan produk keuangan serta peluang pengembangan usaha. Bank Binarta Luhur menyambut positif sinergi yang dibangun OJK Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh industri jasa keuangan dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Dengan semangat “Melayani & Bertumbuh”, Bank Binarta Luhur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pada akhirnya, keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah masyarakat yang mengakses layanan keuangan formal, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. HAI/*






