PALU, MERCUSUAR — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mendorong alumni Universitas Tadulako (Untad) mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Pesan itu disampaikan saat membawakan orasi ilmiah pada Wisuda ke-138 Untad di Auditorium Untad, Kamis (20/8/2026).
“Ubah mindset. Jangan menjadi sarjana pencari kerja, tetapi jadilah sarjana pencipta lapangan kerja,” tegas Amran.
Menurut Amran, kesuksesan tidak ditentukan asal kampus maupun latar belakang keluarga, melainkan kemauan untuk berusaha, bekerja keras, dan mengubah nasib. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan proses, kerja keras, kerja cerdas, dan doa.
Amran juga mengajak lulusan memanfaatkan besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya sektor pertanian, untuk menciptakan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan pesan almamater Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang menekankan peran Untad dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Dalam pesan almamater bertema “Ilmu, Teknologi, dan Inovasi: Kontribusi Universitas Tadulako untuk Ketahanan Pangan Indonesia”, Amar menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana dan Untad telah bergerak melalui pengembangan pertanian berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, data, serta penciptaan nilai tambah bagi petani.
Menurut Prof. Amar, pertanian masa depan membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai kecerdasan buatan, Internet of Things, drone, sensor, big data, smart farming, digital marketplace, dan precision agriculture.
Ia juga menitipkan pesan kepada para lulusan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti.
“Kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Kegagalan adalah informasi untuk menemukan jalan yang lebih baik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran turut memberikan apresiasi kepada sejumlah wisudawan, termasuk seorang lulusan yang menyampaikan cita-cita menjadi petani dan mengembangkan pertanian di kampung halaman. Wisudawan tersebut mendapat bantuan berupa traktor.
Amran berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu menjadi pencipta peluang, inovator, dan pelaku pembangunan dengan memanfaatkan ilmu serta potensi daerah. Usai kegiatan, Amran bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol. Nasri Sulaeman, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, dan Rektor Untad melakukan penanaman pohon di depan Gedung Rektorat Untad. JEF







