BALAROA, MERCUSUAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang para korban bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Senin (28/9/2026).
Adapun empat titik lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan yakni di lokasi Tsunami di wilayah Besusu Barat wilayah pesisir Pantai Talise, eks Lokasi Likuefaksi Petobo, Balaroa dan Makam Massal Poboya.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, hadir langsung memimpin ziarah di lokasi makam massal Poboya. Ia Wali Kota Palu, menyampaikan agenda ini digelar bukan sekadar ritual peringatan tahunan, melainkan memiliki tujuan mendalam bagi seluruh warga Kota Palu.
“Kegiatan doa bersama dan tabur bunga ini kita laksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa terbaik kita bagi para korban yang gugur dalam peristiwa bencana. Selain itu, momentum ini menjadi sarana menguatkan tali silaturahmi serta spiritualitas masyarakat Kota Palu,” ungkap Hadianto Rasyid.
Wali kota berharap, peringatan ini dapat menjadi pengingat bersama akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, sekaligus memupuk semangat bangkit membangun Palu yang lebih tangguh.
“Harapan kita bersama, Kota Palu selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari segala marabahaya, serta masyarakatnya semakin solid, sejahtera, dan tangguh dalam menghadapi masa depan,” pungkasnya. IKI






