PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid mengajak masyarakat menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan sederhana dalam menggunakan energi secara bijak bukan hanya berdampak pada penghematan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi keberlanjutan energi untuk generasi mendatang.
“Menghemat energi hari ini sama dengan kita berinvestasi untuk mewariskan energi di masa yang akan datang. Energi akan habis, kecuali energi terbarukan yang sekarang terus digencarkan pemerintah,” ujar Anwar pada Sosialisasi Hemat Energi yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarikan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, di Gubernuran Siranindi, Rabu (2/9/2026).
Menurut Anwar, Sulteng memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Sejumlah pembangkit listrik berbasis energi air tengah dikembangkan, termasuk pengembangan PLTA Poso yang memiliki kapasitas besar dan pembangunan pembangkit energi terbarukan di Kabupaten Sigi.
“Sulawesi Tengah memang salah satu penghasil listrik terbesar. Kita memiliki PLTA Poso yang mampu menghasilkan energi listrik hingga 515 megawatt dan sedang dikembangkan kembali. Di Sigi juga sedang dibangun PLTA dengan kapasitas besar. Ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah siap menyambut masa depan energi terbarukan,” tuturnya.
Namun, Anwar mengingatkan bahwa pengembangan energi terbarukan harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi. Olehnya, ia mengajak masyarakat memulai gerakan hemat energi dari hal-hal sederhana, seperti mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan, serta memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.
“Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan kita sendiri, dari hal-hal kecil. Insyaallah akan memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang,” tegasnya.
Menurutnya, gerakan tersebut juga relevan dengan kebijakan efisiensi pemerintah daerah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah turut membangun budaya hemat energi di lingkungan kerja.
“Di masa efisiensi seperti sekarang, hemat energi menjadi penting. Kita harus membiasakan diri menggunakan energi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” tandasnya. */IEA






