BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu mulai membuka kembali akses Jembatan III Palu secara terbatas, setelah sebelumnya dilakukan penutupan pascagempa bumi berkekuatan M 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya. Keputusan tersebut diambil langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, usai melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (17/6/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jembatan tetap aman dan layak digunakan masyarakat. Dalam kesempatan itu, wali kota menegaskan bahwa pembukaan kembali akses jembatan dilakukan dengan sejumlah pembatasan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Menurut Hadianto, untuk sementara waktu Jembatan III Palu hanya dapat dilintasi kendaraan ringan seperti mobil pribadi berukuran kecil dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan dengan dimensi lebih besar diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
“Jembatan III dibuka kembali untuk kendaraan ringan. Kendaraan besar, termasuk minibus dan angkutan berukuran besar lainnya, diarahkan melintas melalui Jembatan IV atau Elevated Road,” ujar wali kota.
Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap struktur dan konstruksi jembatan pascagempa. Pemerintah ingin memastikan tidak ada risiko yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Selain pembatasan kendaraan, Pemerintah Kota Palu juga memperketat pengawasan di sekitar kawasan jembatan. Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ditugaskan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan seluruh pengguna jalan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Wali Kota menekankan pentingnya kehadiran petugas secara berkesinambungan selama masa pembukaan terbatas tersebut. Ia tidak menginginkan adanya celah pengawasan akibat pergantian jadwal kerja petugas di lapangan.
“Sebelum petugas yang bertugas saat ini meninggalkan lokasi, petugas pada shift berikutnya harus sudah berada di tempat. Jangan sampai ada jeda yang menyebabkan pengawasan tidak berjalan,” tegasnya.
Menurut Hadianto, keberadaan petugas secara terus-menerus menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus menghindari kendaraan yang tidak sesuai ketentuan memasuki area jembatan.
Di sisi lain, pembukaan kembali Jembatan III disambut positif oleh masyarakat karena dapat membantu memperlancar mobilitas warga, khususnya yang bermukim di kawasan Palu Barat dan Palu Timur. Meski demikian, pemerintah tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Pemerintah Kota Palu memastikan pemantauan terhadap kondisi jembatan akan terus dilakukan secara berkala. Evaluasi juga akan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan perkembangan situasi di lapangan. UTM






