Menuju PTN-BH, Untad Lakukan Penataan ASN Sesuai OTK

  • Whatsapp

TONDO, MERCUSUAR – Pada tahun 2024 ini, Universitas Tadulako (Untad) melakukan penataan ASN dan penyesuaian Organisasi Tata Kelola (OTK) baru. Hal ini guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efisien dan akuntabel, melalui reformasi ASN yang komprehensif.

“Sejak beberapa waktu yang lalu, Untad telah melakukan penataan ASN sesuai dengan OTK kita yang baru, baik dosen maupun tenaga kependidikan, baik berstatus PNS maupun non PNS. Hal ini merupakan komitmen dari perwujudan Undang-undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta sebagai upaya perbaikan tata kelola Untad menuju PTN-BH. Tentunya dalam proses ini juga akan dilakukan reformasi organisasi, sesuai dengan OTK yang berlaku” kata Wakil Rektor Bidang Keuangan Untad, Dr. M. Rusydi H, M.Si, Rabu (3/1/2024).

Akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut mengemukakan, reformasi organisasi yang dilakukan Untad, di antaranya dengan perampingan pejabat struktural  serta penyesuaian jumlah dosen maupun tenaga kependidikan. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan ASN di lingkungan Untad dan penyesuaian jumlah SDM dengan anggaran yang tersedia.

“Pihak Untad telah melakukan pendataan sebelumnya dan melakukan evaluasi, terkait kinerja dosen dan pegawai, sehingga berdasarkan penilaian tersebut, pimpinan Untad bisa menentukan pegawai mana yang bisa dipertahankan dan mana yang kontraknya tidak dapat diperpanjang,” ujarnya. 

Selain itu, reformasi organisasi ini juga dilakukan di semua lini termasuk di tingkat fakultas. 

Terkait posisi Ketua Jurusan, saat ini Untad memang mulai memformulasikan sesuai dengan OTK, bahwa jurusan harusnya bisa membawahi minimal 3 prodi. Ke depannya, tidak ada lagi ketua jurusan yang hanya membawahi satu program studi.

“Selama ini ada ketua jurusan yang sekaligus menjabat sebagai ketua prodi. Hal ini dianggap tidak efisien. Olehnya itu, ada jurusan yang akan dilebur dengan jurusan lain, seperti misalnya jurusan Ilmu Komunikasi di FISIP dan juga ada beberapa jurusan di FKIP, yang telah lebih dulu melakukan hal demikian. Tentunya ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh fakultas, ” pungkasnya. */JEF

Baca Juga