TALISE, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Seminar Peningkatan Kegemaran Membaca dan Sosialisasi Layanan Disabilitas di Gedung Perpustakaan Kota Palu, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu, Eka Komalasari.
Dalam sambutannya, Asisten Eka menyampaikan bahwa seminar ini memiliki dua fokus utama, yakni penguatan budaya literasi dan peningkatan layanan perpustakaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa membaca berperan penting dalam meningkatkan wawasan, daya pikir kritis, serta kualitas sumber daya manusia, sehingga literasi perlu menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Budaya membaca harus terus diperkuat agar masyarakat mampu mengelola informasi secara bijak dan produktif,” ujarnya.
Asisten juga menekankan bahwa perpustakaan kini tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, informasi, dan ruang kolaborasi masyarakat.
Terkait layanan disabilitas, ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mengakses informasi dan layanan perpustakaan.
“Layanan perpustakaan yang ramah disabilitas adalah bentuk nyata keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak warga negara,” katanya.
Pemkot Palu menegaskan komitmennya untuk membangun layanan publik yang inklusif dan memastikan seluruh kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan, memperoleh akses yang setara.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan gagasan konkret dalam meningkatkan minat baca masyarakat serta memperkuat layanan perpustakaan yang lebih aksesibel dan ramah bagi semua kalangan. */JEF






