PALU, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat tingkat kesejahteraan petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP) 98, 49 persen pada Juni 2018 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.
Indikator penurunan terjadi pada subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura dan subsektor tanaman perkebunan rakyat.
Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Sulteng, G.A Nasser melalui keterangan tertulis, Senin (2/7/2018) menjelaskan NTP berperan sebagai indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan, merupakan persentase yang diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
NTP menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian terhadap barang dan jasa, baik yang dikonsumsi oleh rumah tangga, maupun untuk keperluan produksi pertanian. Sehingga, semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani.
“Indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,34 persen sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen,” paparnya.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), tanpa memperhitungkan pengeluaran untuk konsumsi rumahtangga. Dengan demikian, NTUP diharapkan lebih mencerminkan kemampuan daya tukar hasil produksi rumahtangga petani terhadap pengeluaran biaya selama proses produksi.
“(NTUP) Sulteng sebesar 110,45 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,32 persen dibandingkan Mei 2018,” tutupnya. HAI