STAH Dharma Sentana, Hadirkan Empat Pembicara dari Malaysia

Founder GHEN Malaysia. Dato Pardip Kumar Kukreja (berdiri), saat memaparkan materinya dalam kegiatan seminar internasional di STAH Dharma Sentana Palu, Sabtu (5/9/2026). FOTO: MISBACH/MS

PALU, MERCUSUAR – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Palu menggelar seminar internasional bertajuk ‘Dharmanomics Bulding Prosperity Grounded I Dharma, From Profit to Purpose, from Wealth to Well Being, from Economic to Consciousness’, di kampus STAH Dharma Sentana, Sabtu (5/9/2026).

Seminar tersebut menghadirkan empat narasumber dari Malaysia, Ketua DPP Prajaniti, Ketua DPD Prajaniti Sulteg sekaligus pakar kesehatan dan guru besar Untad, serta Ketua STAH Dharma Sentana Palu,

Hadir sebagai keynote speaker, Founder GHEN dan Tara Foundation Malaysia, Dato Pradip Kumar Kukreja. Dalam pemaparannya, Pradip menekankan tentang pentingnya sebuah pendidikan, yang mampu membangun peradaban sebuah bangsa sehingga lebih maju.

“7.000 tahun yang lalu, kita sebagai Umat Hindu sudah mengenal sistem pendikan, sehingga dari mula itu kemudian kita bisa berkembang hingga hari ini,” ujar Pradip.

Dia juga mencontohkan bagaimana bangsa Jepang dan Jerman yang koyak dan porak poranda akibat perang, namun bisa bangkit dan kini sejajar dengan bangsa lain di dunia, bahkan lebih maju dari bangsa yang menjajahnya. Hal itu, menurutnya, karena Jepang dan Jerman di awal kebangkitannya mengutamakan proses pendidikan.

“Namun, yang harus pula diketahui adalah, semua rancangan kita di masa depan adalah semata-mata karena kehendak Tuhan. Maka jangan pernah melupakan Tuhan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Prajaniti Indonesia, KS Arsana membeberkan tentang definisi konsep Dharmanomic, yakni sebuah konsep ekonomi yang berbasis kebaikan dan keuntungan, dengan lebih kepada menolong sesama, dan pengelolaan ekonomi.

Lalu pada sesi kedua, hadir Raj Kumar, Outdoor Advertising and Property Development Malaysia, Eric Tan, CEO TTL Group Malaysia, Himansi Bahtt, Writer and Heritage Activist Malaysia, Pakar kesehatan dan Ketua DPD Prajaniti Sulteng, Dr Ketut Suarayasa, serta ketua STAH Dharma Sentana Palu, Dr Agus Budi Wirawan.

Ketua STAH Dharma Sentana Palu, Dr Agus Budi Setiawan mengatakan kehadiran empat narasumber dari Malaysia tersebut merupakan kerja sama yang dibangun oleh pihaknya bersama DPP Prajaniti Indonesia, serta pihak GHEN Malaysia.

“Seminar ini menitikberatkan pemahaman mahasiswa tentang apa itu konsep Dharmanomic, Astungkara, baik DPD Prajaniti Sulteng, kemudian DPP Prajaniti, serta empat orang pengusaha hebat dari Malaysia berbagi ilmu dan cerita sukses,” urai Agus.

Ia menyebut kehadiran empat narasumber internasional menjadi bukti bahwa kampus STAH Dharma Sentana Palu terus berupaya berbenah diri, dengan melakukan kerja sama dengan pihak luar, yang bertujuan untuk kemajuan kampus, serta merancang masa depan mahasiswa. MBH

Pos terkait