Unisa Matangkan Kurikulum Berbasis OBE

PALU, MERCUSUAR – Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat (Unisa) menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Program Studi Manajemen dan Kewirausahaan di Aula Guru Tua Fakultas Ekonomi Unisa, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Kurikulum yang Selaras dengan Perkembangan Keilmuan dan Kebutuhan Dunia Kerja”, lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Ekonomi menyempurnakan kurikulum agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA).

Kegiatan dihadiri stakeholder Unisa, perwakilan DUDIKA, serta perguruan tinggi di Kota Palu. Berbagai masukan dari peserta menjadi bahan dalam merumuskan kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dekan Fakultas Ekonomi Unisa, Dr. Muhammad Umar, S.E., M.M., mengatakan pendekatan OBE menempatkan kompetensi lulusan sebagai tujuan utama dalam pengembangan kurikulum.

“Dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, kita harus mulai dengan menentukan tujuan akhirnya, yaitu kompetensi yang ingin dicapai oleh lulusan. Dari tujuan tersebut kemudian kita menyusun capaian pembelajaran, mata kuliah, proses pembelajaran, hingga sistem asesmen secara selaras,” ujarnya.

Menurut Muhammad Umar, keterlibatan DUDIKA diperlukan untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, komunikasi, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi.

Sementara itu, Rektor Unisa, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P., menegaskan penyempurnaan kurikulum membutuhkan kontribusi berbagai pihak, terutama stakeholder dan DUDIKA.

“Fakultas Ekonomi membutuhkan sentuhan dan kontribusi dari kita semua. Kehadiran bapak dan ibu sangat penting untuk memberikan masukan sekaligus arah bagi pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya kurikulum merespons perkembangan teknologi, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Kurikulum harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, terlebih di era yang serba AI. Kita harus membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, critical thinking, dan systems thinking agar mampu menghadapi perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.

Melalui lokakarya tersebut, Fakultas Ekonomi Unisa menargetkan tersusunnya kurikulum Program Studi Manajemen dan Kewirausahaan yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada capaian lulusan, sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus perkembangan teknologi. */JEF

Pos terkait