HIPMI Morowali Menjawab Tudingan Penelantaran Peserta

HLL-3cd339f8

BUNGKU, MERCUSUAR – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Morowali menjawab soal tudingan telah menelantarkan empat kontingen dari Kabupaten Poso, Donggala, Palu dan Tojo Unauna.

“Kami ingin mengklarifikasi atas kegaduhan yang terjadi,” tulis Ketua HIMPI Morowali yang sekaligus Ketua Panitia Sombori Festival Tourism (STF) 2021, Moh Sadhak Husain ZA, dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (30/11/2021).

Dijelaskannya, kabupaten yang memutuskan pulang hanyalah dua kabupaten, yakni Kabupaten Poso dan Donggala. Bukan seperti pemberitaan media yang ditambah dengan Kabupaten Tojo Unauna dan Kota Palu.

“Kami harap media yang sudah terlanjur memberitakan, untuk segera mengklarifikasi,” pintanya.

Kemudian selanjutnya, Sadhak membantah bila tidak ada peserta yang ditelantarkan. Panitia STF sudah berada Lafeu, bersama-sama peserta, baik dari perwakilan kecamatan, peserta Tina Tama, kontingen Poso, Donggala dan Touna.

“Kami minta untuk menunggu, tapi Kabupaten Donggala berkeras untuk pulang,” ucapnya lagi.

Bahkan, pihaknya telah menawarkan mobil untuk sampai ke Bungku, tapi kontingen dari Donggala menolak dan memutuskan mencari mobil sendiri.

“Tidak sampai setengah jam, kontingen Poso dan Donggala pulang, kapal datang dan semua peserta yang ada menuju Desa Mbokita ke lokasi kegiatan,” jelas dia.

Alhamdulilah, lanjut Sadhak, walaupun banyak kendala dalam rangkaian kegiatan Sombori Tourism Festival 2021 terlaksana semuanya. Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Morowali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Menteri Ketenagakerjaan RI, Putri Pariwisata Nasional dan diliput media televisi nasional.

Pos terkait