Jateng Open 2026, PASI Sulteng Raih 5 Emas, Sinyal Kuat Menuju PON 2028

Ketum PASI Sulteng bersama jajaran pengurus menyambut kedatangan tim Atletik Sulteng dari Kejurnas Jateng Open 2026 yang merebut 5 emas, 1 perak dan 2 perunggu. FOTO: IST

PALU, MERCUSUAR – Ketua Harian Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang sukses mengharumkan nama daerah pada Kejuaraan Nasional Jateng Open 2026.

Pada ajang tersebut, kontingen Sulawesi Tengah berhasil membukukan lima medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu, sebuah capaian yang dinilai membanggakan sekaligus menjadi modal penting menghadapi agenda yang lebih besar.

“Ini adalah sebuah kebanggaan bagi seluruh atlet dan tim Sulawesi Tengah di Jateng Open. Namun, saya berharap atlet-atlet kita jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum meraih prestasi juga harus terus meningkatkan kemampuan karena ini baru merupakan sasaran antara menuju babak kualifikasi PON,” kata Muhammad Warsita kepada Mercusuar, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, hasil di Jateng Open bukan sekadar perburuan medali, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memetakan perkembangan atlet sekaligus menyiapkan kekuatan menghadapi Kejurnas Senior yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September 2026.

Warsita menjelaskan, atlet yang belum sempat tampil maksimal akan kembali diberi kesempatan bertanding pada Kejurnas Senior sebagai bagian dari proses evaluasi. Sementara atlet yang sudah menunjukkan progres signifikan akan diarahkan mengikuti sejumlah ajang lari bergengsi seperti Borobudur Marathon, Jakarta Marathon, dan Maybank Bali Marathon.

“Target utama kami adalah meloloskan sebanyak-banyaknya atlet Sulawesi Tengah ke babak kualifikasi PON 2027. Karena itu, setiap kejuaraan yang diikuti saat ini merupakan bagian dari proses pembinaan menuju target tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan atlet Sulteng pada Jateng Open, termasuk Kejurnas U-16, U-18, dan U-20, bertujuan menjaring atlet-atlet terbaik di tengah masih terbatasnya kalender kompetisi atletik nasional.

Warsita juga menyoroti semakin ketatnya persaingan pada Jateng Open. Menurutnya, banyak atlet dari berbagai daerah tampil membela klub, perguruan tinggi, maupun institusi sehingga kualitas persaingan terus meningkat.

“Persaingan sekarang semakin ketat. Banyak atlet tidak hanya membela provinsi, tetapi juga klub, kampus, dan kabupaten masing-masing. Dari situ kita mendapat banyak pelajaran. Meski begitu, capaian atlet-atlet Sulawesi Tengah sungguh luar biasa dan patut kita apresiasi,” tutupnya. CLG

Pos terkait