DPRD Sulteng, Siap Tindaklanjuti Masalah Solar di SPBU Mamboro

Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menerima aspirasi SBTCST-FNPBI terkait persoalan pengisian BBM jenis Solar Subsidi di SPBU Mamboro, Kota Palu, Rabu (9/9/2026). FOTO: HUMAS DPRD SULTENG

BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menerima aspirasi Serikat Buruh Transportasi Container Sulawesi Tengah (SBTCST-FNPBI) terkait persoalan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi di SPBU Mamboro, Kota Palu, Rabu (9/9/2026).

Aspirasi tersebut disampaikan para pengemudi kontainer dalam aksi unjuk rasa damai yang dipimpin Ketua SBTCST Medianto bersama Koordinator Lapangan Abd. Wahyudin. Mereka diterima langsung oleh sejumlah anggota Komisi III DPRD Sulteng, yakni Ir. H. Musliman, M.M., Takwin, dan Sadat Anwar Bihalia.

Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi mengeluhkan kendala pada sistem barcode atau QR Code yang digunakan dalam proses pengisian Solar Subsidi di SPBU Mamboro. Persoalan itu disebut menyebabkan armada kontainer tidak dapat melakukan pengisian BBM secara normal.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap aktivitas operasional para pengemudi kontainer. Terhambatnya akses terhadap Solar Subsidi tidak hanya mengganggu mata pencaharian para sopir, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang dan kelancaran rantai pasok di Kota Palu dan wilayah sekitarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Komisi III DPRD Sulteng menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan itu bersama pihak-pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi agar pelayanan BBM Subsidi bagi para pengemudi yang terdampak dapat kembali berjalan normal.

Komisi III menilai persoalan tersebut merupakan isu penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas para pekerja transportasi sekaligus kelancaran distribusi logistik yang menopang perekonomian daerah.

Penerimaan aspirasi berlangsung kondusif, aman, dan lancar dengan pengawalan dari Kepolisian Resor Kota Palu. TIN

Pos terkait