TONDO, MERCUSUAR – Sebanyak 117 atlet muda berbakat dari SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu dipastikan akan memperkuat kabupaten/kota asal masing-masing pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Morowali, Desember mendatang.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 245 siswa atlet yang saat ini menjalani pembinaan intensif di SMANOR Sulteng. Namun, tidak seluruh atlet dapat diturunkan pada Porprov IX karena terbentur ketentuan regulasi, khususnya batasan usia yang tercantum dalam Technical Handbook (THB) masing-masing cabang olahraga.
Kepala SMANOR Tadulako Palu, Mohammad Jufri mengatakan atlet yang telah memenuhi persyaratan usia dan regulasi terus dipersiapkan secara optimal. Persiapan dilakukan melalui latihan rutin dan berkelanjutan, disertai koordinasi dengan pengurus olahraga di tingkat kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan atlet menghadapi persaingan di Porprov.
“Di SMANOR kalian tidak mewakili perguruan atau daerah tertentu, fokus utama kalian di sini adalah dibina. Namun saat ada kejuaraan, kalian wajib kembali membela daerah asal,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Ia menambahkan, SMANOR merupakan wadah netral untuk menempa kemampuan atlet pelajar. Karena itu, ketika berlangsung kejuaraan resmi seperti Porprov, para atlet diwajibkan memperkuat daerah asal masing-masing. Kendati demikian, apabila daerah asal tidak mengutus atau tidak memanfaatkan jasa atlet yang bersangkutan, atlet diberikan kesempatan membela daerah lain yang membutuhkan.
Selain mengejar prestasi di Porprov, SMANOR menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang. Sekolah tidak menjadikan perolehan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, tetapi lebih mengutamakan proses peningkatan kemampuan atlet hingga mencapai peak performance pada usia matang.
“Hadirkan dan tampilkan kemampuan terbaikmu. Apa yang telah diberikan selama latihan di sekolah, keluarkan secara maksimal. Jika itu membuahkan hasil berupa medali, maka itu adalah bonus dari proses panjang yang telah dilalui,” pungkasnya.
Ia menegaskan, puncak prestasi atlet binaan SMANOR diharapkan dapat dicapai ketika memasuki usia matang, yakni 20 tahun ke atas. UTM






