PALU, MERCUSUAR– Di balik keberhasilan Amor Masaingi U13 menjuarai Belona Cup U13 2026, ada satu sosok yang mencuri perhatian meski tak membawa pulang penghargaan individu. Dia adalah bek kanan Moh. Alfarizi El Ramadhan, yang tampil nyaris tanpa cela saat membawa timnya mengalahkan SSB Sinar Baiya 3-0 pada laga final di Lapangan Desa Masaingi, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Minggu (2/8/2026).
Pemain yang akrab disapa El itu menuai banyak pujian dari penonton berkat penampilannya yang disiplin dan cerdas mengawal sisi kanan pertahanan Amor Masaingi.
Meski berpostur relatif kecil, El mampu menunjukkan permainan yang matang. Ia tampil gesit dalam menghentikan serangan lawan, piawai membaca arah permainan, serta memiliki visi bermain yang baik. Tak hanya kuat saat bertahan, El juga beberapa kali membantu serangan dengan penempatan posisi yang tepat.
Sepanjang pertandingan, pemain kelahiran Palu, 24 Juli 2013, itu nyaris tidak melakukan kesalahan. Penampilan konsistennya membuat banyak penonton menilai El layak masuk dalam jajaran pemain terbaik turnamen.
Namun, penghargaan Pemain Terbaik akhirnya jatuh kepada rekan setimnya, Riski “Mabo” Ramadhan. Meski demikian, penampilan El di partai puncak membuatnya pantas mendapat julukan “pemain terbaik tanpa mahkota”.
Di luar lapangan, El merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palu. Putra pasangan Syarif Pirlo dan Ria Resty Anugrah itu bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Selain sepak bola, ia juga gemar bermain bulu tangkis.
Semangat pantang menyerah menjadi prinsip yang selalu dipegangnya. Hal itu tercermin dari kalimat motivasi yang ia pilih.
“Jangan menyerah karena satu episode yang buruk.”
Dengan usia yang masih sangat muda dan kemampuan yang terus berkembang, Moh. Alfarizi El Ramadhan menjadi salah satu talenta menjanjikan yang dimiliki sepak bola Sulawesi Tengah. Jika terus mendapat pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin bek kanan mungil ini akan menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi di masa mendatang. CLG







