PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Bencana gempa bumi dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) belum lama ini, tidak hanya meninggalkan kerusakan pada lingkungan dan tempat tinggal warga. Melainkan berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parmout melaksanakan berbagai layanan kemanusiaan, mulai dari distribusi bantuan kebutuhan pokok, penyediaan air bersih, hingga Pelayanan Dukungan Psikososial (PSS) bagi masyarakat terdampak. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di Dusun II Desa Pombalowo Kecamatan Parigi.
“Selain memberikan pelayanan psikososial bagi anak-anak Desa Pombalowo, kami juga telah menyalurkan sekitar 77 paket sembako sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Bantuan ini merupakan dukungan dari PMI Pusat dan PMI Provinsi,” ujar Kepala Markas PMI Parmout, Tri Fadli kepada Mercusuar, Kamis (2/7/2026).
Fadli menerangkan, pelayanan psikososial yang ditujukan khusus bagi anak-anak bertujuan memberikan stimulasi positif sekaligus membantu proses pemulihan kondisi mental pascabencana. Melalui berbagai kegiatan seperti bermain bersama, bernyanyi, menggambar, dan edukasi kebencanaan, PMI Parmout berupaya membantu anak-anak mengurangi rasa takut, memulihkan semangat, serta menghadirkan kembali senyum dan keceriaan.
Menurutnya, anak-anak yang mengalami peristiwa bencana sering kali diperhadapkan dengan trauma dan ketakutan berlebihan. Hujan deras, suara guntur, maupun kilat kerap menjadi pemicu rasa takut karena mengingatkan mereka pada kejadian banjir yang pernah dialami.
“Melalui layanan psikososial ini, kami mengajarkan anak-anak agar tidak terus hidup dalam ketakutan dan lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di masa mendatang. Harapan kami bersama agar bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” tutur Fadli.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk, diajarkan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi banjir maupun gempa bumi.
Fadli meyakini, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga memulihkan harapan dan kesehatan mental para penyintas, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
“PMI terus berupaya untuk dapat hadir memberikan dukungan moril kepada masyarakat terdampak banjir, khususnya anak-anak. Dengan berinteraksi, bermain, dan memberikan semangat agar mereka dapat kembali ceria dan percaya diri. Beberapa hari ke depan, layanan psikososial serupa akan kami laksanakan di Desa Lebagu Kecamatan Balinggi dan sejumlah wilayah terdampak lainnya,” tuturnya lagi. AFL






