Pemkab Parmout Rencanakan Pembangunan Asrama Mahasiswa

Bupati Parmout, H. Erwin Burase (kiri) saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Parigi, belum lama ini. FOTO: ABDUL FARID/MS

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parmout), berencana melakukan pembangunan asrama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah tersebut.

Bupati Parmout, H. Erwin Burase menjelaskan upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Daerah, terhadap pengembangan sumber daya manusia sekaligus meringankan biaya hidup mahasiswa.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar yang akan dialokasikan pada tahun 2027, untuk pembangunan asrama mahasiswa di Palu dan Provinsi Gorontalo,” ujar Erwin kepada wartawan di Parigi, baru-baru ini.

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp2,5 miliar direncanakan untuk pembangunan asrama putri bagi mahasiswa asal Parmout yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palu. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi mahasiswa, yang disampaikan saat dirinya melakukan peninjauan ke asrama mahasiswa milik Pemkab Parmout di Kota Palu beberapa waktu lalu.

“Sementara sisa anggaran sebesar Rp3 miliar akan direalisasikan untuk pembangunan asrama mahasiswa yang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo,” ungkap Erwin.

Selain pembangunan asrama, Pemkab Parmout selama ini, kata Erwin, rutin mengalokasikan anggaran untuk biaya pemeliharaan asrama mahasiswa di Kota Palu. Termasuk biaya sewa tempat tinggal atau kontrakan bagi mahasiswa yang berkuliah di Provinsi Gorontalo.

Ia berharap, keberadaan asrama tersebut nantinya dapat membantu meringankan beban biaya hidup, serta menjadi sarana bagi seluruh mahasiswa untuk lebih fokus menyelesaikan studi pendidikan.

Erwin juga mengungkapkan bahwa Pemkab Parmout telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Negeri Gorontalo pada 21 Juni 2026 lalu, sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui MoU ini, mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan pembiayaan mandiri seperti jurusan kedokteran, juga mendapatkan jaminan dari Pemerintah Daerah agar dapat melakukan pembayaran biaya pendidikan secara bertahap,” imbuh Erwin.

Ke depan, kata Erwin, Pemerintah Daerah juga akan mengalokasikan anggaran pendidikan bagi anak-anak di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Tujuannya, agar pengembangan sumber daya manusia dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Parmout.

“Dukungan pendidikan ini akan menjadi fokus kami ke depan,” pungkas Erwin. AFL

Pos terkait