PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Rivai menyebut penanganan pascabanjir bandang di Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara mencapai sekira 80 persen.
Ia mengatakan sebagian besar pekerjaan penanganan di Avolua telah dilakukan. Mulai dari normalisasi sungai, pembersihan rumah warga terdampak, mendirikan tenda pengungsian, penyaluran bantuan, dan lainnya. Namun, salah satu pekerjaan yang masih menjadi perhatian adalah pemulihan jaringan air bersih.
“Saat ini air sudah tersambung dan sudah mengalir ke rumah-rumah penduduk, termasuk ke perkampungan nelayan. Pemasangan pipanya juga sudah hampir selesai. Untuk beberapa rumah yang aliran air bersihnya masih terputus, kami usahakan pada Selasa (1/9/2026) pemasangan pipanya sudah selesai,” kata Rivai saat ditemui Mercusuar di Desa Avolua, Senin (31/8/2026).
Selain memulihkan jaringan air bersih, BPBD Parmout juga memberikan perhatian khusus terhadap 10 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Rivai mengatakan, pembersihan bagian dalam rumah warga secara umum telah selesai dilaksanakan. Akan tetapi, material yang berada di bagian luar rumah masih membutuhkan dukungan alat berat karena tidak seluruhnya dapat dibersihkan secara manual.
Rivai mengungkapkan, terdapat satu rumah yang membutuhkan penanganan khusus karena posisi bangunannya lebih rendah dari badan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi kembali terdampak material apabila tidak dilakukan penanganan yang tepat. Sebagai tindak lanjut, hal itu akan dibicarakan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parmout, termasuk kemungkinan penimbunan pada bagian tertentu.
WARGA MASIH BERTAHAN DI PENGUNGSIAN
Sementara itu, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian. Kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pascabanjir serta informasi yang berkembang, menjadi salah satu alasan warga belum kembali ke rumah. Sebagai upaya tindak lanjut atas situasi tersebut, Rivai memastikan bahwa pihaknya tetap menerima dan melayani warga yang datang ke lokasi pengungsian, sembari memberikan pemahaman mengenai kondisi di lapangan.
“Kami tetap terima sambil kami berikan edukasi. Jadi, tidak semua warga terdampak mengungsi. Ada yang memilih tetap dirumah keluarga. Ada juga yang rumahnya sudah bisa kembali ditempati, cuma masih takut,” kata Rivai.
Di tengah proses pemulihan, BPBD Parmout juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Baik itu penyediaan air bersih hingga makanan siap saji oleh Tagana Dinas Sosial.
“Alhamdulillah, teman-teman dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus memberikan dukungan. Kemarin sambil menelepon, semua menanyakan apa yang kami butuhkan. Kalau ada kebutuhan, langsung segera dilaporkan. Selama proses pemulihan, bantuan berupa makanan siap saji masih terus disalurkan kepada warga terdampak melalui dapur umum Tagana,” tandas Rivai. AFL






