PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Warga Dusun I Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) kini memiliki sarana air bersih, yang direalisasikan melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulteng, Rachmat Syah Tawainella.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih,” ujar Rachmat Syah yang akrab disapa RST, usai meresmikan sarana air bersih di Desa Jono Kalora, Kamis (20/8/2026).
RST mengatakan, persoalan air bersih menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Desa Jono Kalora, terlebih saat terjadi banjir. Sebab, selama ini warga masih bergantung pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat.
Untuk itu, ia berharap agar sarana tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. RST juga meminta warga turut menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Sebelum diresmikan, saya lebih dulu memastikan kepada pihak pelaksana agar sarana air bersih itu dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, dengan suplai air yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga,” ungkap RST.
Kepala Desa Jono Kalora, Dula B. Labake menyampaikan apresiasi atas kepedulian RST yang telah membantu merealisasikan sarana air bersih bagi masyarakat di desanya.
Ia mengatakan, pemerintah desa sebelumnya telah berupaya memperjuangkan pembangunan sarana air bersih dengan mengajukan permohonan bantuan kepada anggota DPRD maupun pemerintah daerah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga adanya dukungan melalui Pokir RST.
“Air bersih ini sangat kami harapkan dan butuhkan. Masyarakat di sini sangat senang dengan adanya sarana air bersih yang lebih dekat seperti ini,” kata Dula.
Ia menjelaskan, selama ini warga Jono Kalora masih menggunakan SPAM Desa Parigimpu’u untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mandi. Akan tetapi, keterbatasan debit membuat kebutuhan air belum dapat terpenuhi secara optimal. Ditambah lagi, SPAM tersebut juga dimanfaatkan masyarakat dari wilayah lain, sehingga pasokan air semakin terbatas.
“Kondisi ini membuat sebagian warga kami terpaksa mengambil air hingga ke Desa Lebo Kecamatan Parigi. Tentunya dengan jarak yang cukup jauh itu, menjadi kendala tersendiri bagi kami, terutama ketika masyarakat menggelar hajatan atau kegiatan lain yang membutuhkan air dalam jumlah banyak,” tutur Dula.
Pembangunan sarana air bersih melalui Pokir tersebut memenuhi kebutuhan 19 Kepala Keluarga (KK) di Dusun I. Warga lainnya juga dapat mengambil air secara langsung dari titik sarana yang telah dibangun.
“Kami berharap ke depan ada penambahan lagi. Karena kalau hanya mengharapkan SPAM Desa Parigimpu’u, kebutuhan masyarakat masih belum bisa terpenuhi,” pungkas Dula. AFL







