PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Momentum Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026, membawa berkah tersendiri bagi Rustam Ridwan, peternak sapi asal Desa Bambalemo Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parmout).
Melalui usaha yang dikelolanya, Rustam terus mengais rezeki dari bisnis jual beli dan pengembangbiakan sapi kurban. Kandang sapi miliknya itu berada di tepi Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan SDN Bambalemo.
“Saya meyakini di momen hari besar keagamaan seperti Iduladha, selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat yang mampu melihat peluang usaha,” ujar Rustam kepada Mercusuar, Selasa (19/5/2026).
Sebelum serius menekuni usaha peternakan sapi, ayah tiga anak tersebut sempat bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor KPU Parmout. Namun dengan keterbatasan peluang untuk diangkat sebagai pegawai tetap, membuatnya memilih fokus membangun usaha peternakan yang memang telah lama diminatinya.
Dengan lahan peternakan berukuran 30×30 meter persegi, Rustam memulai usahanya secara bertahap, hingga kini memiliki kandang permanen yang mampu menampung lebih dari 50 ekor sapi.
Menurutnya, merawat sapi untuk kebutuhan kurban tidak bisa dikatakan mudah, namun juga tidak terlalu sulit jika dilakukan dengan telaten. Ia mengaku tidak menggunakan metode khusus dalam proses penggemukan sapi.
“Untuk vitamin yang saya kasih berupa suntikan kekuatan dan nafsu makan. Hanya itu saja,” ungkap Rustam.
Ia mengatakan, sebagian besar pembeli sapi kurban lebih memerhatikan ukuran tubuh sapi dibanding jenisnya. Meski demikian, ada beberapa pelanggan yang memahami kualitas sapi dan menanyakan detail jenis ternak yang dijual.
Untuk bobot sapi kurban yang dijual, Rustam mengaku rata-rata memiliki berat lebih dari satu kuintal atau sekitar 100 hingga 120 kilogram. Ia juga mengungkapkan, harga sapi kurban tahun ini mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, harga sapi lokal di kandangnya dipasarkan mulai Rp10 juta hingga Rp21 juta per ekor, tergantung ukuran sapi.
“Tahun lalu harganya masih Rp15 juta untuk sapi kurban lokal. Kami bisa menjual sampai 35 ekor sapi tahun lalu,” tutur Rustam.
Dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak, Rustam mengaku sebagiannya ditanam sendiri, sementara sisanya diperoleh dengan mencari rumput liar bersama dua pekerjanya. Saat ini, terdapat 54 ekor sapi yang sedang dalam tahap penggemukan khusus, untuk dijual pada momen Iduladha mendatang. Sementara untuk stok sapi di luar momen Iduladha, biasanya berkisar antara 10 hingga 20 ekor.
“Jadi dari total sapi yang tersedia saat ini sekira 50 ekor telah dipesan pelanggan, dan akan diantar sehari sebelum Iduladha ke sejumlah wilayah seperti Tolai, Siniu, dan lainnya,” sebut Rustam.
Ia menerangkan, usaha peternakan sapi telah ditekuninya sejak tahun 2016. Selama hampir 10 tahun menjalani usaha tersebut, hasil yang diperoleh dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Dari hasil ini kita bisa sisihkan sedikit untuk tabungan dan menghidupi keluarga. Karena keahlian saya hanya di sini. Selain menjadi peternak, saya juga aktif sebagai salah satu anggota pemotongan sapi di Pasar Sentral Tagunu Parigi,” tutur Rustam.
Ke depan, ia berencana akan melakukan pengembangan usaha, terutama terkait penyediaan pakan ternak yang hingga kini masih menjadi kendala utama. Ia menyebut, untuk pembelian pakan ternak di wilayah Parigi biasanya dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per karung. Karena jumlah sapi yang cukup banyak, Rustam lebih banyak memanfaatkan jerami sebagai pakan utama, kemudian diselingi dedak dan vitamin agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.
“Biasanya rumput liar itu saya bayar Rp100 ribu untuk satu mobil pick up. Kalau rumput gajah harganya lebih mahal, sehingga kadang tidak sesuai lagi dengan operasional dan hasil yang didapatkan,” jelas Rustam.
Hingga saat ini, Rustam mengaku sudah beberapa kali mendapat kunjungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parmout, untuk memastikan kondisi kesehatan ternak tetap terjaga dengan baik serta mencegah potensi munculnya penyakit.
“Alhamdulillah, hingga saat ini seluruh ternak yang ada tetap dalam kondisi sehat,” pungkas Rustam. AFL






