PALU, MERCUSUAR – Madrasah Aliyah (MA) Al-Azhar Mandiri Boarding School Palu memulai rangkaian tahun pelajaran 2026-2027 dengan silaturahmi bersama para orang tua santri, serta unsur yayasan, tenaga pendidik dan kependidikan, serta santri lama dan baru, di aula kompleks madrasah, Minggu (12/7/2026).
Dalam silaturahmi tersebut, pihak madrasah dan yayasan menyampaikan kepada para orang tua santri baru, terkait beberapa hal yang akan dihadapi para santri selama menempuh pendidikan di madrasah berasrama tersebut. Mulai dari tata tertib hingga pengelolaan anggaran yang dipercayakan oleh para orang tua.
“Melalui silaturahmi antara orang tua, guru, yayasan dan para santri, kami menjaga ikatan dan membangun komunikasi agar dalam perjalanan tahun akademik berjalan dengan lancar. Sekaligus sosialisasi program bagaimana ke depannya,” kata Kepala MA Al-Azhar Mandiri Boarding School Palu, Agil Gifari A. Potabuga, Lc.
Di hadapan para orang tua, Agil menyampaikan agar tidak sungkan berkomunikasi langsung dengan para guru atau pembina, untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan atau proses pembinaan para santri.
“Jika ada yang perlu dikomunikasikan bisa langsung chat kami, kalau ada permasalahan-permasalahan bisa langsung chat ke Wali Kelas atau guru-guru,” imbuhnya.
Tahun ini merupakan tahun kedua penerimaan santri di MA Al-Azhar Mandiri Boarding School Palu. Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit Arsyad menyampaikan animo masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya ke madrasah yang baru diresmikan pada 2025 tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Angkatan pertama ada 48 orang. Pada tahun ini, ada 66 yang diterima dari sekira 130 orang yang mendaftar. Baru setahun kita sudah kelebihan pendaftar,” kata Abdul Basit.
Ia menegaskan, para murid akan dibekali ilmu pengetahuan umum dan agama selama menempuh pendidikan. Hal itu didukung tenaga pendidik dan kependidikan dengan kualifikasi mumpuni, yang dua orang di antaranya merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Mesir serta tiga lainnya lulusan perguruan tinggi di Yaman.
“Insyaallah, di sini anak-anak belajar dunia akhirat. Kita perkuat sains dan teknologinya, kita perkuat juga agamanya,” tandas Abdul Basit. IEA






