PALU, MERCUSUAR – Pukul 05.00 Wita, Minggu (12/7), pertandingan Inggris VS Norwegia sudah dimulai. Penonton baru beberapa orang. Beberapa menit kemudian, tempat duduk di Café Auk di Jalan Sis Aljufri, Palu Barat sudah penuh.
Sehari sebelum pertandingan, salah satu komunitas warung kopi (Warkop) memang sudah memesan tempat di sana untuk nonton bareng (nobar). Mereka antara lain Odet, Nanang, Kiki, Neny, Pian, Ancha, Baso, Gusti, Aco, Ges, Ermas, Remy, dan lainnya.
Dari 20 orang lebih penonton, terbagi dua, penggemar fanatik Inggris dan Norwegia. Itulah sebabnya, selama pertandingan berlangsung satu sama lain saling memanaskan suasana nobar.
Keseruan nobar Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia FIFA 2026 memang menyajikan drama menegangkan hingga babak perpanjangan waktu. Berlangsung di Stadion Hard Rock, Florida, Timnas Inggris sukses melaju ke semifinal berkat kemenangan dramatis 2-1 lewat dua gol penentu dari Jude Bellingham.
Euforia nobar tak dapat dielakan. Pertandingan berlangsung ketat. Norwegia sempat mengejutkan lewat gol Andreas Schjelderup di menit ke-36. So pasti pendukungnya berpesta pora. Pian dan Kiki berjingkrak-jingkrak mengganggu fans lawan, terutama Nanang.
Namun, Inggris membalas cepat di babak pertama stoppage time via Jude Bellingham.
Nanang yang memakai kostum merah Inggris bergembira ria. Ia berteriak kunya-kunya-kunya mengganggu Pian. Sementara Odet menempelkan kaos merah Inggris di badannya mengganggu fans lawan juga.
Pertarungan adu strategi antara para pemain top dunia seperti Erling Haaland dan Jude Bellingham membuat adrenalin penonton terus terpacu. Lalu, di euphoria gol penentu.
Suasana nobar sempat gaduh.
Timnas Inggris atau Three Lions nyaris kalah setelah Norwegia berhasil mencetak gol di babak kedua. Beruntung ada pengecekan VAR oleh wasit dan gol dianulir karena terjadi pelanggaran terlebih dulu.
Memasuki babak perpanjangan waktu (extra time), penonton bersorak saat Jude Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-93, memastikan kemenangan The Three Lions.
Pertandingan berintensitas tinggi ini diwarnai 120 menit yang sangat mendebarkan bagi para pendukung kedua belah pihak. Serunya suasana nobar tak dapat dihindarkan.
Euforia tidak hanya terjadi di lapangan seperti yang disaksikan di layar kaca. Tetapi juga di berbagai lokasi nobar di berbagai tempat, termasuk di Kafe Auk, Palu Barat.
Penggemar sepak bola berkumpul di titik-titik keramaian, kafe, dan tempat lainnya. Mereka ada yang mengenakan jersey kebanggaan, dan bersorak bersama merayakan setiap momen krusial.
Nobar di Café Auk diakhiri dengan senyum persahabatan dan kekeluargaan. Saling baku gara hanya terjadi pada saat pertandingan berlangsung. Inilah suasana yang menyehatkan bagi komunitas warkop.MAN






