SMAN 1 Sausu Tegaskan Upaya Menjadi yang Terbaik

Pementasan tari tradisional oleh siswi SMAN 1 Sausu, dalam kegiatan penutupan MPLS. FOTO: DOK. SMAN 1 SAUSU

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – SMA Negeri 1 Sausu terus berbenah untuk menegaskan diri menjadi salah satu yang terbaik di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout).

Plt. Kepala SMAN 1 Sausu, Ayub Paschima kepada Mercusuar, Minggu (12/7/2026) mengatakan, pihaknya terus membenahi beberapa hal untuk mewujudkan hal itu. Salah satunya melalui peningkatan mutu akademik dari segala sisi.

“Hal itu merupakan bagian dari komitmen sekolah ini untuk melangkah lebih maju dari sebelumnya. Sebab, sudah cukup lama sekolah ini dipandang sebagai salah satu sekolah yang berada di jajaran bawah,” tukas Ayub.

Ia mengklaim, upaya tersebut telah mulai menampakkan hasil di beberapa sektor. Di antaranya terlihat dari jumlah peserta seleksi masuk SMAN 1 Sausu, serta yang dinyatakan lolos mencapai 138 orang peserta didik.

Begitu juga dengan beberapa kegiatan ekskul akademik maupun nonakademik, juga mengalami peningkatan peminatan dan jumlah kegiatan, mulai dari mata lomba akademik berbasis sains yang meraih juara, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Pada bidang nonakademik, dari bebeberapa kegiatan mulai dari seni sastra maupun peran, olahraga, sepak bola dan voli, atletik, lalu kegiatan lainnya seperti pemilihan duta genre, paskibraka dan pramuka yang sudah mengharumkan nama sekolah.

Selain itu, Ayub menyebut pihaknya juga terus membenahi kualitas para guru dan administrasi, yang selalu diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas, seperti pelatihan, baik yang berbasis tata muka langsung hingga daring.

“Di sini, semua guru harus memiliki kemampuan dalam mengelola bahan pembelajaran yang berbasis digital. Makanya, kemampuan mereka terus di-upgrade, termasuk kami sebagai kepala sekolah,” urai Ayub.

Tutup MPLS

Pada penutupan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 2 Sausu, Minggu (12/7/2026), Ayub menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum pengenalan sekolah kepada publik, khususnya kepada orang tua murid baru.

Dalam MPLS, pihak sekolah menujukkan bahwa SMAN 1 Sausu tidak lagi tampil dengan mode “apa adanya” tetapi benar-benar memperlihatkan sebuah konsep yang meriah, dan bersiap menyambut hadirnya siswa baru untuk diajak ‘berlari’ mencapai tujuan yang lebih dari momen sebelumnya.

Materi MPLS banyak berkutat persoalan pengenalan sekolah, kesadaran terhadap bahaya perundungan (bullying), kesehatan mental, penggunaan gawai, mitigasi bencana, pengenalan kurikulum, pengenalan ekstrakurikuler, profil dimensi kelulusan.

Di tengah upaya peningkatan kualitas, Ayub mengakui masih banyak hal yang patut dibenahi dan masih membutuhkan waktu, di antaranya adalah fasilitas belajar dan alat-alat pendukung kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang masih sangat terbatas.

“Tapi setidaknya, kami sudah menunjukkan perubahan signifikan selama kurang lebih dua tahun terakhir ini. Termasuk gelaran MPLS yang kami hadirkan pekan lalu cukup menyedot perhatian publik, karena kami kemas dalam bentuk ekspo dan pagelaran seni. Menghadirkan suasana yang meriah,” pungkas Ayub. MBH

Pos terkait