TONDO, MERCUSUAR – Acara Haflah Akhirussanah atau perpisahan 131 santri kelas VI SD Islam Terpadu (SDIT) Al Fahmi yang digelar di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Selasa (16/6/2026), terpaksa dihentikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah.
Saat guncangan terjadi, ratusan peserta yang terdiri atas siswa, orang tua, guru, dan tamu undangan langsung berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Kepanikan sempat terjadi ketika sejumlah bagian plafon auditorium dilaporkan berjatuhan akibat kuatnya getaran gempa.
Panitia kegiatan bersama petugas keamanan kampus bergerak cepat mengevakuasi peserta menuju area terbuka. Sejumlah barang milik undangan yang tertinggal di dalam gedung turut diamankan selama proses evakuasi berlangsung.
Sebelum gempa terjadi, acara perpisahan berlangsung meriah dengan mengusung tema “Grow Today, Lead Tomorrow dalam Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram”. Kegiatan tersebut menjadi momen pelepasan 131 santri kelas VI sekaligus pemberian penghargaan kepada Muhammad Rizal Hidayat yang berhasil menghafal sembilan juz Al-Qur’an.
Kepala SDIT Al Fahmi, Gr. Mohammad Mulki, S.Ud., S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas perjalanan para santri selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Hari ini saya berdiri di hadapan kalian dengan penuh rasa haru dan bangga. Enam tahun perjalanan kalian di SDIT Al Fahmi tidak dilalui sendiri. Ada banyak tangan yang membimbing, banyak hati yang mendoakan, dan banyak jiwa yang mengikhlaskan waktunya untuk membersamai tumbuh kembang kalian,” ujarnya.
Mulki juga mengingatkan para santri untuk menghargai peran guru dan orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan mereka selama ini. Ia berpesan agar para lulusan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Jangan pernah tinggalkan Allah dalam perjalanan hidup kalian. Teruslah bertumbuh, teruslah belajar, teruslah bermimpi dan berjuang. Jadilah generasi yang tidak hanya sukses dalam kehidupan, tetapi juga mulia di hadapan Allah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Al Fahmi, Ustadz Mahmud Yunus, mengatakan lembaga pendidikan tersebut didirikan untuk menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
“Anak-anak tidak hanya ditargetkan unggul dalam bidang sains, tetapi juga menjadi hafiz dan memahami ilmu agama. Alhamdulillah, saat ini Al Fahmi menjadi salah satu sekolah yang mendapat kepercayaan masyarakat,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah Wiwik Jumatul Rofi’ah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi, Ketua JSIT Sulawesi Tengah Ahmad Juwaeini, serta sejumlah tokoh pendidikan lainnya.
Sebelum dihentikan akibat gempa, para peserta sempat menampilkan berbagai pertunjukan, di antaranya drama musikal, pantomim, paduan suara, dan tari kreasi yang dibawakan oleh siswa maupun guru. MBH






