Prestasi “Berderet” Murid MAN 2 Kota Palu, Hasil dari Program Penguatan Akademik Berkelanjutan

Kepala MAN 2 Kota Palu, Taufik (kiri) bersama Wakil Kepala MAN 2 Kota Palu bidang Akademik, Zulfadli (kanan) berfoto bersama dua murid yang akan tampil pada ajang ASMC 2026 di Kuala Lumpur. FOTO: TEGUH SANTOSO/MAN 2 KOTA PALU

BESUSU TIMUR, MERCUSUAR – Sejumlah murid Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu kembali mencatatkan prestasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dua orang murid, Zuhlia Selma Laba dan Thitania Maharani Azzalia lolos ke babak final Smart High School Olympiad (SHSO) 2026 bidang Fisika, setelah melewati seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai SMA/MA sederajat di seluruh Indonesia.

Zuhlia dan Thitania yang saat ini duduk di kelas XI mewakili Provinsi Sulteng pada babak final SHSO 2026, yang berlangsung di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, pada 27 Juni 2026.

Selanjutnya, dua murid lainnya terpilih menjadi delegasi Indonesia pada ajang Asia Science Mathematics Competition (ASMC) 2026, yang akan dihelat di Kuala Lumpur pada 11-13 Juli 2026 mendatang.

Hal itu setelah Moh. Irwansyah Junior Sastrio (kelas XI) meraih medali perak dan Andi Alif toha (kelas X) meraih medali perunggu kategori Junior Secondary pada ajang seleksi nasional kompetisi sains dan matematika level Asia tersebut, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Aditya Faiz (kelas XI) dan Nabila Ramadani (kelas X) juga akan menjadi delegasi Indonesia pada ajang Einstein Olympiad 2026 yang akan dilaksanakan di Jerman, pada Oktober 2026 mendatang. Keduanya berhasil menembus seleksi nasional yang diselenggarakan oleh ABAK Academy, masing-masing Aditya Faiz meraih Honorable Mention Science Grade XI dan Nabila Ramadani meraih Bronze Medal Science Grade X.

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik Abd. Rahim mengaku gembira dan bersyukur atas prestasi akademik yang diraih para murid tersebut.

“Alhamdulilah, kami menyambut gembira dan bersyukur atas prestasi murid, yang tidak hanya di kancah nasional tetapi sudah internasional. Inilah yang terus diupayakan oleh MAN 2 Kota Palu, mendesain berbagai program kegiatan sehingga menghasilkan anak-anak kita bisa sampai ke tingkat internasional, sesuai tagline Kementerian Agama Madrasah Hebat, Bermutu dan Mendunia,” kata Taufik kepada Mercusuar, tengah pekan lalu.

Menurutnya, hal itu merupakan hasil positif atas upaya pihaknya dalam mengembangkan prestasi siswa. Termasuk melalui program boarding school, yang salah seorang muridnya berhasil menembus ajang internasional di Jerman.

“Ini menunjukkan bahwa proses yang dilakukan dengan baik, seperti pembimbingan atau pembelajaran, akan menghasilkan output yang berkualitas. Kami sangat mendorong kebijakan peningkatan mutu, dalam rangka mengantar MAN 2 Kota Palu menjadi madrasah berkualitas. Dengan upaya ini pula, ekspektasi masyarakat terhadap MAN 2 Kota Palu dapat meningkat,” tegas Taufik.

Wakil Kepala MAN 2 Kota Palu bidang Akademik, Zulfadli mengatakan capaian para murid tersebut diraih melewati setelah sejumlah rangkaian seleksi yang ketat. Untuk ajang internasional, pada tahap awal, peserta mengikuti seleksi daring berbasis Computer Assisted Test (CAT).

“Mereka bersaing dengan ribuan pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia, untuk memperebutkan tiket menuju babak internasional,” ujar Zulfadli.

Pada ajang ASMC 2026, peserta dituntut menyelesaikan soal-soal matematika dan sains berbasis Higher Order Thinking Skills.

Menurutnya, deretan capaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian panjang program penguatan akademik yang dijalankan secara berkelanjutan oleh MAN 2 Kota Palu. Di antaranya melalui ekstrakurikuler IMO (Intelligence Madrasah Olympic), serta program pembinaan yang dijalankan selama berbulan-bulan.

“Ekskul IMO memang kami fokuskan pada pengembangan akademik. Hasil-hasil ini diraih melalui proses panjang, kami juga melakukan pembimbingan bermitra dengan berbagai lembaga seperti perguruan tinggi, ada juga lembaga kursus. Alhamdulillah, para orang tua juga sangat mendukung,” tandas Zulfadli. IEA

Pos terkait