​SMPN 18 Palu Temukan Siswa Belum Bisa Membaca

Sejumlah murid baru mengikuti MPLS di SMPN 18 Palu yang telah memasuki tahun ajaran baru, Senin (6/7/2026). FOTO: IST

​MAMBORO, MERCUSUAR — SMPN 18 Palu mengambil langkah tegas terhadap siswa Penerima Murid Baru (SPMB) tahun ini. Pihak sekolah memutuskan untuk membatasi pendaftaran bagi calon siswa yang belum memiliki kemampuan membaca. Langkah ini diambil untuk memutus rantai masalah literasi yang kerap menjadi beban di tingkat pendidikan menengah.

​Kepala Sekolah SMPN 18 Palu, Kisman Rumu, mengungkapkan bahwa masalah siswa yang belum bisa membaca merupakan tantangan tahunan yang selalu dihadapi sekolahnya. Menurutnya, setiap tahun ajaran baru, SMPN 18 Palu selalu menerima limpahan siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) yang belum melek huruf.

​”Setiap tahun, kami selalu menerima anak-anak yang tidak tahu membaca. Kemarin porsinya sekitar 4% dari total siswa baru. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar pada Senin (6/7/2026).

​Selama ini, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya taktis untuk mengatasi masalah tersebut. SMPN 18 Palu bahkan membentuk tim khusus dan menjadwalkan kelas bimbingan membaca setiap hari Kamis. Pendekatan psikologis juga dilakukan untuk membujuk para siswa agar tidak merasa minder.

​Namun, Kisman mengakui bahwa metode tersebut sering kali menemui jalan buntu. “Kami sudah membujuk dan merayu secara psikologis agar mereka tidak malu. Tetapi tetap saja, ada anak yang tidak mau ikut bimbingan hingga memilih bolos sekolah,” tambahnya.

​Pihaknya menyayangkan adanya saling lempar kesalahan antarjenjang pendidikan ketika siswa tersebut lulus, namun tetap belum bisa membaca. Pihak SMA sering kali menyalahkan pihak SMP, sementara pihak SMP merasa masalah ini berakar pada bangku sekolah dasar.

Sebagai salah satu Sekolah Penggerak Angkatan Pertama di Kota Palu dan sekolah model binaan LPMP, SMPN 18 Palu kini menjadi barometer pendidikan di Sulawesi Tengah. Sejak dipimpin oleh Kisman selama hampir delapan tahun terakhir, sekolah ini mengalami lompatan prestasi yang signifikan, sehingga minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di tempat ini melonjak tajam.

​Demi menjaga kualitas pendidikan dan fokus pengembangan prestasi, Kisman mengimbau pihak Sekolah Dasar (SD) penyalur untuk lebih memperhatikan kemampuan literasi dasar siswa sebelum mereka dinyatakan lulus.

​”Tahun ini, mohon maaf, kami membatasi yang tidak tahu membaca. Masih ada sekolah lain. Silakan mendaftar ke sana karena di sini dipastikan tidak akan lolos. Kami sudah memetakan beberapa SD yang selalu menyumbang siswa yang belum bisa membaca. Kami berharap kualitas literasi ini diperbaiki sejak akarnya di tingkat SD demi kemajuan pendidikan di Kota Palu,” tutupnya.UTM

Pos terkait