TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) dan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah memperkuat kerja sama dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan program akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.STP., M.M., yang diterima Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Untad di ruang kerja rektor.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berfokus pada pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, dan peningkatan kesehatan masyarakat. BKKBN juga membuka peluang magang bagi mahasiswa Untad agar dapat terlibat langsung dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana.
Selain itu, BKKBN berharap hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Untad dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan penguatan program percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah.
Rektor Untad, Prof. Amar, menyatakan kampus siap mendukung berbagai program BKKBN melalui KKN Tematik, program magang mahasiswa, serta pemanfaatan hasil riset dosen yang berbasis kebutuhan masyarakat.
“Universitas Tadulako siap mendukung berbagai program BKKBN, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah. Kolaborasi yang selama ini telah berjalan dengan baik akan terus kami perkuat melalui KKN Tematik, program magang mahasiswa, serta dukungan hasil riset dosen,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, Untad dan BKKBN Sulawesi Tengah berharap dapat menghadirkan inovasi berbasis akademik yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah. */JEF






