TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) meningkatkan insentif publikasi jurnal internasional sebagai upaya mempercepat lahirnya guru besar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., saat Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Teknik, Selasa (9/6/2026).
Rektor menegaskan, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen harus menjadi perhatian bersama. Ia mengacu pada konsep A6, A8, dan A10, yakni dosen diharapkan naik dari asisten ahli ke lektor dalam enam tahun, menjadi lektor kepala dalam delapan tahun, dan mencapai guru besar dalam sepuluh tahun.
Menurutnya, jumlah guru besar di perguruan tinggi negeri baru masih sangat terbatas. Dari sekitar 36 perguruan tinggi negeri baru, total guru besar yang dimiliki baru sekitar 67 orang.
Sebagai bentuk dukungan, Untad menaikkan insentif publikasi jurnal bereputasi internasional. Insentif untuk jurnal Q1 meningkat dari Rp10 juta menjadi Rp30 juta. Selain itu, UNTAD menyediakan Rp20 juta untuk jurnal Q2, Rp10 juta untuk jurnal Q3, dan Rp5 juta untuk jurnal Q4.
Kebijakan tersebut ditujukan tidak hanya bagi dosen yang sedang menuju jenjang guru besar, tetapi juga bagi guru besar yang telah ada agar tetap produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah.
Melalui peningkatan insentif ini, Untad berharap jumlah guru besar terus bertambah sekaligus memperkuat kualitas pendidikan, akreditasi, dan daya saing universitas di tingkat nasional maupun internasional. */JEF






