Untad Perluas Kerja Sama Global Bersama Hainan University

Delegasi Untad dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr.sc.agr. Aiyen, M.Sc, di Hainan University, Tiongkok, pada 18–21 Mei 2026. FOTO: DOK HUMAS UNTAD

TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) memperluas jejaring kerja sama internasional melalui partisipasinya dalam League of Tropical Universities (LTU) Summit 2026 yang berlangsung di Hainan University, Tiongkok, pada 18–21 Mei 2026.
Forum yang diikuti lebih dari 100 perguruan tinggi dan lembaga dari berbagai negara kawasan tropis tersebut menjadi ajang bagi Untad untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.

Delegasi Untad dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr.sc.agr. Aiyen, M.Sc. Dalam kegiatan tersebut, Untad menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Hainan University untuk mendirikan Tropical Aquaculture Science and Technology Demonstration Center (TASTDC) di Universitas Tadulako.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam pengembangan riset dan inovasi bidang akuakultur tropis, sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan teknologi yang mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan LTU Summit 2026 juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Pada sesi pembukaan, Anwar memperkenalkan berbagai program pembangunan daerah, termasuk Program Berani Cerdas yang difokuskan pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Di sela-sela rangkaian kegiatan, Gubernur Sulawesi Tengah melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Hainan serta Presiden Hainan University. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia antara Sulawesi Tengah dan Provinsi Hainan.

Selain memperkuat kemitraan kelembagaan, Untad juga berkontribusi dalam forum akademik internasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr. Aiyen, tampil sebagai pembicara dalam diskusi mengenai industri kelapa sawit tropis berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia mempresentasikan hasil-hasil riset Indonesia sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan sektor perkebunan berkelanjutan kepada komunitas akademik global.

Partisipasi dalam LTU Summit 2026 semakin menegaskan posisi Untad sebagai perguruan tinggi di Indonesia Timur yang aktif membangun kolaborasi internasional. Melalui kerja sama tersebut, Untad diharapkan dapat memperluas akses terhadap riset global, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di kawasan tropis. */JEF

Pos terkait