POSO, MERCUSUAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area lahan gambut seluas 30 hektare di Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso sejak Sabtu (12/9/2026) memburuk. Pada Minggu siang (13/9/2026), kobaran api dilaporkan merembet hingga membakar bangunan gedung SMA Negeri 1 Pamona Selatan.
Berdasarkan rekaman video amatir warga yang beredar, kobaran api membubung tinggi dan melalap bagian bangunan sekolah. Di tengah kepungan asap tebal, hanya terlihat beberapa warga setempat yang berjibaku menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api yang cepat membesar akibat tiupan angin kencang.
Sebelumnya, pada Sabtu (12/9/2026) tim gabungan yang terdiri dari 25 personel Polsek Pamona Selatan, 35 personel TNI, satu unit mobil Damkar, serta sekitar 250 warga Desa Pasir Putih telah bahu-membahu membuat sekat bakar dan menyiram titik api di area lahan gambut , yang lokasinya dekat jalur Trans Sulawesi tidak jauh dari perbatasan Sulteng-Sulsel itu.
Kapolsek Pamona Selatan, IPTU Oktavianus Batara sempat mengapresiasi kerja keras tim gabungan dan warga yang sempat berhasil mengendalikan sebagian titik api hingga Sabtu malam, meski medan berat dan karakteristik gambut kering menjadi kendala utama.
“Penanganan karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Angin kencang dapat mempercepat penyebaran api secara drastis,” kata Oktavianus Batara.
Kondisi lahan gambut yang kering akibat musim kemarau panjang serta angin kencang disinyalir menjadi penyebab bara api di bawah permukaan tanah menyala kembali (re-ignite) dan meluas hingga ke fasilitas pendidikan pada Minggu siang.
Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa api juga telah merembes hingga membakar bangunan SMA Negeri 1 Pamona Selatan. Bahkan 12 ruangan kelas di sekolah itu dilaporkan ludes terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat bakaran gedung sekolah tersebut, sementara aparat keamanan beserta petugas pemadam kebakaran tengah dikerahkan menuju lokasi untuk melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke permukiman warga lainnya. ULY





