SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sigi memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2026, dengan melakukan penanaman pohon di Desa Kadidia Kecamatan Nokilalaki, Senin (10/8/2026).
Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Sigi, Heru Murtanto mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu lokasi bekas longsor dari 24 lokasi di Kecamatan Nokilalaki, yang merupakan dampak bencana gempa bumi pada 16 Juni 2026 lalu.
“HKAN bukan sekadar seremoni. Di mana tempat ini mengingatkan kita bahwa setelah bencana, tugas kita belum selesai. Untuk itu, kita harus memulihkan kehidupan, memulihkan lingkungan dan membangun ketangguhan masyarakat,” kata Heru.
Ia menuturkan, dalam penanganan bencana, Pemkab Sigi telah mengambil peran bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, BBTNLL, BWS, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, relawan, serta berbagai unsur lainnya.
“Dari pengalaman tersebut, kita belajar bahwa bencana tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan membutuhkan kolaborasi,” ujarnya.
“Kita membawa semangat kolaborasi tersebut ke tahap berikutnya, yaitu pemulihan ekosistem melalui penanaman pohon. Kita tidak hanya memperbaiki apa yang terlihat, tetapi juga memulihkan lingkungan sebagai penyangga kehidupan,” sambungnya.
Heru berharap, kegiatan penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal gerakan pemulihan ekosistem yang terencana, terukur dan berkelanjutan, khususnya pada lokasi lokasi bekas longsor di Kecamatan Nokilalaki.
“Karena tantangan sesungguhnya dimulai setelah pohon ditanam, yakni menanam, merawat, memantau, dan memastikan keberlanjutannya,” imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan komitmen Kabupaten Sigi yaitu ‘Sigi Hijau’ yang fokus pada pengembangan ekonomi hijau (green economy).
Heru menyebut, ke depan, areal-areal yang telah dipulihkan dan direhabilitasi dapat menjadi peluang mendorong pasar karbon, melalui pengelolaan tutupan hutan yang berkelanjutan. AJI







