HLHS 2026, Perkuat Kesadaran Kolektif Jaga Kelestarian Lingkungan

BIRO ADPIM SETDAPROV SULTENG

PALU, MERCUSUAR – Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido menegaskan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 menjadi sebuah seruan yang sangat relevan, dengan kondisi yang tengah dirasakan masyarakat, terutama terkait peningkatan suhu ekstrem di Kota Palu beberapa waktu belakangan.

Hal itu disampaikan Reny, saat membuka Environmental Fest II 2026, yang dilaksanakan di Lapangan Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (26/6/2026).

Menurut Reny, kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kita harus mulai lebih waspada terhadap perubahan iklim. Beberapa hari terakhir, suhu di Kota Palu mencapai 34,7 derajat Celsius dan ini sangat panas. Dari sisi kesehatan tentu kita harus berhati-hati, terutama bagi masyarakat dengan riwayat hipertensi maupun kelompok rentan karena kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan,” ujar Reny.

Ia menegaskan, Sulteng merupakan daerah yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa, mulai dari kawasan hutan, wilayah pesisir, laut, hingga keanekaragaman hayati yang menjadi aset berharga bagi daerah maupun bangsa.

Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengelola sumber daya alam tersebut secara bijaksana, demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Sulteng memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan semua itu adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Pemerintah berkomitmen mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, mulai dari pengendalian pencemaran, rehabilitasi lahan kritis, pelestarian kawasan konservasi, pengelolaan sampah terpadu, hingga penguatan edukasi lingkungan kepada masyarakat,” tuturnya.

Reny juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Environmental Fest II Tahun 2026, yang sepenuhnya terselenggara melalui kolaborasi bersama para pelaku usaha tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup,”ujarnya.

Sebagian hasil kegiatan dan penggalangan dana dalam Environmental Fest akan disalurkan untuk membantu warga terdampak bencana yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan tempat tinggal.

Rangkaian Environmental Fest II Tahun 2026 meliputi Pameran Environmental, Fun Run 5K, Lomba Dero Kreasi antar OPD, Pra Evaluasi Data SIMPEL Proper, Lomba Mewarnai dan Menggambar, Penampilan Band dan Tari, Lomba Cerdas Cermat antar SMA se-Kota Palu, serta penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. */IEA

Pos terkait